Page 3 - SKI 7 Ganjil
P. 3

Amr  bin  Lu‟ay  mengajarkan  kepada  masyarakat  Makkah  tentang  tata  cara  menyembah  berhala,
       sebagaimana dia belajar di  Syam.  Sehingga masyarakat  menyakini  bahwa berhala  adalah perantara
       untuk  mendekatkkan  diri  pada  tuhanya.  Selain  berhala-berhala  tersebut,  mereka  juga  membuat
       berhala-berhala  lainnya  hingga  mencapai  360  berhala  yang  diletakkan  mengelilingi  Ka‟bah.  Dan
       mulailah kepercayaan masuk ke masyarakat Makkah dan kota Makkah menjadi pusat penyembahan
       berhala.

       Pada saat musim haji banyak masyarakat dari bangsa Arab berziarah ke Makkah dan melihat berhala-
       berhala  di  sekitar  Ka‟bah.  Mereka  bertanya  tentang  alasan  menyembah  berhala.  Para  pembesar
       menjawab  bahwa  berhala-berhala  tersebut  merupakan  perantara  dalam  menyembah  dan
       mendekatkan diri kepada Tuhan. Setelah itu mereka pulang ke daerah asalnya dan meniru tata cara
       ibadah masyarakat Makkah. Mulailah kepercayaan baru menyebar ke seluruh jazirah Arab.


       Adapun tata cara peribadatan mereka dalam menyembah berhala adalah:

         a. Berdiam  di  sisi  berhala,  berlindung  kepadanya,  memuji  dan  meminta  pertolongan  kepadanya.
            Masyarakat arab Quraisy berkeyakinan bahwa berhala-berhala tersebut.
         b. Ketika berhaji, mereka bertawaf mengelilingi berhala-berhala tersebut dan bersujud kepadanya.
         c. Mendekatkan  diri  kepadanya  dengan  memberikan  berbagai  sesembahan.  Ketika  menyembelih
            hewan, mereka menyebut nama-nama berhala itu.

       Masyarakat Makkah atas penyimpangan ajaran-ajaran tauhid yang telah di ajarkan oleh Nabi Ibrahim
       dan diteruskan oleh Nabi Ismail saat itu disebutlah masa Jahiliyah. Jahilyah bukan berarti mereka bodoh
       dari aspek keilmuannya, namun mereka bodoh dari keimanan kepada Allah Swt seperti tuntunan yang
       sudah diajarkan oleh Nabi Ibrahim A.s. Adapun faktor penyebab penyimpangan tersebut adalah:
         a. Adanya  kebutuhan  terhadap  Tuhan  yang  selalu  bersama  mereka  terutama  saat  meraka
            membutuhkan
         b. Kecenderungan  yang  kuat  mengagungkan  leluhur  yang  telah  berjasa  terutama  kepala  kabilah
            nenek moyang mereka.
         c. Rasa  takut  yang  kuat  menghadapi  kekuatan  alam  yang  menimbulkan  bencana  mendorong
            mereka mencari kekuatan lain di luar Tuhan.

       Disamping  kepercayaan  terhadap  penyembahan  berhala  seperti  diatas,  menurut  Lapidus  dan  al
       Mubarakfury, terdapat agama lain yang juga di anut masyarakat Arab, seperti agama Yahudi, Nasrani,
       Majusi,  dan  Saba‟i.  Agama  yahudi  dibawa  oleh  bangsa  Yahudi  yang  melakukan  eksodus  besar-
       besaran pada tahun 578 SM ke wilayah selatan dari Kanaan di Palestina, ke Khaibar dan wilayah Hijaz,
       karena saat itu bangsa Yahudi di jajah bangsa Romawi. Di Hijaz, mereka menetap di Yasrib dan Taima.
       Melalui  merekalah  agama  Yahudi  menyebar  di  Arab.  Ada  beberapa  suku  Yahudi  yang  berpengaruh
       saat permulaan Islam, seperti Khaibar, Nadlir, Musthaliq, Qurazhah, Qainuqa dan Bani Gathfan.

       Menurut  Hassan  Ibrahim  Hassan,  Agama  Nasrani  Masuk  ke  Arab  sekitar  tahun  340  M.  Saat  invasi
       bangsa  Romawi  dan  Habasyah  (Ethiopia).  Meskipun  tidak  mengalami  kesuksesan  dalam
       penyebaranya. Para pemeluk agama Nasrani adalah penduduk Ghassan, bani Taghlib dan Bani Tha‟i

       Sementara agama Majusi, menurut Rizqullah, banyak dianut masyarakat Arab yang tinggal di sekitar
       Persia, seperti Irak, Bahrain, Hajar dan beberapa wilayah sekitar pantai teluk Arab. Saat Yaman masuk
       berada  di  bawah  kekuasaan  Persia,  agama  Majusi  juga  pernah  dianut  oleh  masyarakat  Yaman  dan
       Arab selatan.

       Sedangkan agama Shabi‟i, yang pemeluknya menyembah bintang-bintang, planet-planet dan matahari
       banyak berkembang dan dianut oleh penduduk Bani Kildan al-Kildaniyyun, yang merupakan bagian dari
       suku bangsa Arab yang berdiam di Syam dan Yaman. Tetapi setelah datangnya datangnya Yahudi dan
       Nasrani, para penganut agama ini berbaur dengan penduduk bergama yahudi dan Nasrani, menurut
       Shafiyyurrahman, mereka tidak kelihatan lagi bahkan mengalami kehancuran.

       Selain  kepercayaan  terhadap  berhala  dan  agama-agama  tersebut,  masyarakat  Arab  juga  ada  yang
       menyembah malaikat dan  menyembah  jin.  Mereka menganggap, malaikat  adalah  anak-anak  Tuhan
       yang berjenis kelamin perempuan, seperti di tegaskan dalam Al-Quran surat al-Saffat ayat 151-157.
   1   2   3   4   5   6   7   8