Page 4 - SKI 7 Ganjil
P. 4
3. Kondisi Ekonomi Masyarakat Makkah sebelum
3
A Islam
Kondisi ekonomi bangsa Arab saat sebelum
2
2. Kondisi sosial Masyarakat Arab pra Islam
A datangnya Islam sudah maju karena sebagian
Bangsa Arab dikenal dengan bangsa ahli besar mereka berniaga, perdagangan
syair dan pemberani, selain ahli syair dan merupakan mata pencaharian mereka,
pemberani karakter positif arab lainya seperti meskipun ada juga yang bertani dan berternak.
punya semangat tinggi dalam mencari nafkah, Bagi orang Arab Badui peternakan menjadi
sabar menghadapi kekerasan alam, sumber utama kehidupan mereka, mereka
mempunyai ketahan fisik, kekuatan daya ingat, berpindah-pindah guna keperluan menggiring
hormat akan harga diri dan martabat, ternak-ternak mereka ke suatu wilayah yang
masyarakat yang cinta kebebasan, loyal pada sedang hujan dan subur, jadi kehidupan mereka
pimpinan, pola hidup yang sederhana, ramah, berpindah dari suatu daerah ke daerah lain atau
dan sebagainya. nomaden. Dari hewan ternak mereka bisa
mengkonsumsi daging, meminum susu serta
Dalam hal bersyair, Pada masa jahiliyah membuat pakaian dari bulu domba. Tatkala
masyarakat Arab sangat gemar terhadap kebutuhan mereka terpenuhi, mereka menjual
syair. Syair mempunyai kedudukan dan beberapa ternaknya kepada orang lain. Orang-
peranan yang sangat penting sebelum orang kaya dikalangan mereka adalah orang
datangnya Islam., Syair dijadikan sebagai yang memiliki hewan ternak yang banyak.
sarana komunikasi yang paling banyak Sehingga untuk mengurusi ternaknya, mereka
berperan, baik dimasa damai maupun dimasa memperkerjakan beberapa orang untuk
berperang. Pada umumnya mereka mengembalanya.
menggunakan syair sebagai alat untuk
membanggakan keunggulan-keunggulan Sedangkan Masyarakat perkotaan sebagian
yang mereka miliki. Tokoh-tokoh ahli syair menjadikan peternakan sebagai sumber
masa jahiliyah yang sangat terkenal adalah: kehidupan mereka dan sebagian
Muhalhil bin Rabiah at Taqhliby, Umrul Qais, menggantungkan kehidupan mereka dari
Zuhair bin Abi Sulma, Lubaid bin Rabiah, pertanian. Bagi mereka yang menggantungkan
Antarah bin Syaddad Nabighah Adh Dhibyany, hidupnya dari peternakan, ada yang menjadi
Asya bin Qais dan banyak lainya. Karya-karya pengembala ternaknya sendiri dan ada juga
ahli syair dibacakan di tengah-tengah khalayak yang mengembalakan ternak orang lain. Seperti
ramai seperti pasar Ukaz dan sebagainya. Nabi Muhammad Saw, ketika tinggal di suku
Diantara semua karakter positif masyarakat Bani Sa‟ad, beliau mengembala kambing milik
Arab ini tertutup dengan kejahiliyaan mereka orang kaya. Begitu juga halnya juga Umar bin
dalam hal bertauhid dan berahlak. Khattab, ibnu Mas‟ud dan lainya.
Adapun kebiasaan-kebiasaan buruk Sedangkan masyarakat Arab perkotaan yang
mereka adalah minum minuman khamr (arak) menjadikan pertanian sebagai sumber
sampai mabuk, berjudi, berzina dan kehidupan mereka adalah masyarakat yang
merampok dan sebaginya. Mereka mendiami daerah-daerah yang subur, seperti
memposisikan perempuan pada posisi Yaman, Thaif, Madinah, Najd, Khaibar dan lainya.
terendah. Karena perempuan dianggap Mereka tidak hanya mengandalkan hasil dari
mahluk lemah yang tidak punya kemampuan pertanian dan peternakan saja, mayoritas
dan kekuatan untuk membela diri. Dengan mereka memilih perniagaan sebagai mata
demikian laki-laki bebas menikah dan pencahariannya, khususnya penduduk Makkah,
menceraikan perempuan. mereka mempunyai pusat perniagaan yang
istimewa. Dalam pandangan orang-orang Arab
Yang lebih buruk lagi mereka mempunyai Penduduk Makkah memiliki kedudukan yang
tradisi mengubur anak perempuan meraka istimewa, karena mereka adalah penduduk
hidup-hidup saat masih balita, karena meraka negeri Haram (Makkah). Orang-orang Arab lain
merasa malu dan terhina mempunyai anak tidak berani mengganggu perniagaan mereka.
perempuan. Perempuan dianggap lemah tidak Allah ta‟ala menjadikan Makkah menjadi tanah
bisa membanggakan mereka dalam hal yang suci dan aman. Firman Allah QS. Al-
bekerja dan membela kaum mereka saat Ankabut [29]:67
mereka perang. Dan pada saat itu di
Artinya : Dan apakah mereka tidak memperhatikan,
masyarakat Arab masih berlaku tradisi bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri
perbudakan. Memperbudak atau menjual mereka) tanah suci yang aman, sedang manusia
belikan budak seperti berdagang dagangan sekitarnya rampok-merampok. Maka mengapa
lainya. (sesudah nyata kebenaran) mereka masih percaya
kepada yang bathil dan ingkar kepada nikmat Allah

