Page 7 - SKI 7 Ganjil
P. 7
Dalam usia muda muda Muhammad hidup Dalam perjalanan perdagangan, Muhammad
sebagai pengembala kambing keluarganya dan ditemani oleh salah satu pembantu Khadijah yang
kambing penduduk Makkah. Melalui kegiatan bernama Maisyarah. Tawaran tersebut diiyakan
pengembalaan ini dia menemukan tempat untuk oleh Muhammad dengan sistem bagi hasil. Untuk
berfikir dan merenung. Dalam suasana demikian, itu, ia berangkat ke Syam untuk menjual barang
dia ingin melihat sesuatu dibalik semuanya. daganganya Khadijah. Dalam catatan sejarah di
Pemikiran dan perenungan ini membuatnya jauh ketahui bahwa Muhammad Saw. Berhasil menjual
dari segala pemikiran nafsu duniawi, sehingga barang dagangan Khadijah hingga memperoleh
terhindar dari berbagai macam noda yang dapat keuntungan yang besar. Hal itu karena banyak
merusak namnaya, karena itu sejak muda dijuluki pedagang menilai, cara Muhammad berdagang
al-amin, orang yang terpercaya. dilakukan dengan penuh kejujuran dan tanggung
jawab. Setelah mendengar langsung cerita
Menurut al-Khudhari mengatakan bahwa kelebihan yang ada pada diri Muhammad, mulai
ketika Muhammad berusia 12 tahun beliau dari sifat, sikap, tutur kata hingga kesaksianya
dibersama pamannya, Abu Thalib melakukan banyak pihak, mengenai kejujuran dan keutamaan
perjalanan ke Syam untuk berdagang bersama Muhammad, maka kemudian Khadijah melamar
rombongan kafilah, para saudagar dari Makkah. Muhammad. Saat Itu usia Muhammad Saw 25
Setibanya di Bashrah di awasi oleh seorang tahun sedangkan Khadijah berumur 40 tahun.
pendeta yang dikenal dengan Buhaira, meski
nama sebenarnya adalah Jirjis (george). Setelah Sebelum menikah dengan Muhammad
rombongan Abu Thalib berhenti dan beristirahat, Khadijah adalah seorang janda yang mempunyai
Buhaira menemui mereka layaknya menyambut anak dua yang meninggal sebelum dewasa. Dari
tamu. Setelah itu, ia menjelaskan kepada Abu perkawinanya dengan khadijah Nabi Muhammad
Thalib bahwa anak ini kan menjadi utusan Allah. di karuniai beberapa anak yaitu ; Qasim, Abdullah,
Buhaira mengenalinya dari sifat-sifat kenabian Zainab, Ruqaiyah, Ummu Kulsum dan Fatimah.
pada diri Muhammad yang ia lihatnya dalam Muhammad hidup bersama Khadijah selama 25
kitab-kitab suci mereka. Setelah itu, Buhaira tahun dan tidak pernah menikah dengan
menyarankan kepada Abu Thalib agar perempuan lain selama Khadijah masih hidup.
membawa pulang kembali anak tersebut ke
Makkah, sebelum sampai Syam. Karena Buhaira Ada sebuah kejadian penting yang perlu di
hawatir dirinya akan dijahati oleh orang-orang contoh sebagai tindakan bijak dari seorang
Yahudi. Kemudian beliau dibawa pulang kembali Muhammad Saw. Pada usia 35 tahun datanglah
ke Makkah bersama para pembantunya. banjir bandang di Makkah sehingga merusak
Perkataan ini sering diucapkan Ahli kitab; Yahudi dinding Kakbah, maka orang-orang Quraisy
dan Nasrani sebelum Rasul diutus, Firman Allah bermaksud merenovasi Kakbah
dalam surat al Baqarah:89 denganmerobohkan kakbah dulu untuk
meninggikanya dan membangun atap. Maka
Artinya :“maka setelah datang kepada berkumpullah suku-suku Quraisy untuk
mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka merencanakan pembangunan itu. Akan tetapi
ingkar kepadanya. Maka laknat Allah atas orang- mereka takut merobohkanya karena kedudukan
orang yang ingkar itu. “ (al Baqarah;89) Kakbah di hati mereka. Maka al-Walid ibnu
Mughirah berkata: apakah dengan merobohkanya
Ketika Muhammad berusia 20 tahun kalian ingin memperbaiki atau merusaknya?,
terjadilah perang Fijar, yaitu perang antara maka mereka menjawab: kami ingin
Kinanah yang bersekutu dengan Quraisy memperbaikinya. Al-Walid berkata :
melawan Qais, namun peperangan ini sesungguhnya Allah tidak membinasakan orang-
dimenangkan oleh suku Qais. Peperangan Fijar orang yang memperbaikinya. Maka Walid mulai
ini terjadi beberapa kali. merobohkanya dan mereka mengikutinya.
Ketika usia Muhammad mencapai 25 tahun, Kemudian orang-orang Quraisy membongkar
Muhammad berangkat ke Syam membawa dan merobohkan Kakbah hingga mencapai
barang dagangan saudagar wanita yang kaya maqom Ibrahim. Maka mereka keluarkan Hijr
raya yaitu Khadijah binti Khuwailid. Dalam catatan darinya dan memulai membangun dinding
sejarah Khadijah adalah saudagar janda yang Kakbah. Adapun yang memimpin pembangunan
kaya raya, ia memperkerjakan kaum lelaki untuk ini adalah seorang tukang kayu yang bernama
menjalankan usaha daganganya dengan sistem Baqum. Para pemuka Quraisy membawa batu-
bagi hasil. Ketika Khadijah mendengar tentang batu di atas leher-leher mereka, diantara mereka
kejujuran Muhammad dan perkataanya yang adalah al-Abbas dan Rasulullah. Untuk setiap
benar sehingga kaumnya menjulukinya dengan rukun dikhususkan sekelompok pembesar yang
sebutan al-Amin (orang yang terpercaya), maka mengangkut batu batu kesitu, kemudian
ia tertarik untuk memperkerjakan Muhammad membangunnya kembali.
untuk menjalankan perdaganganya ke Syam.

