Page 87 - 01_Kelas_02_SD_Agama_Islam_dan_Budi_Pekerti_Guru_148.pdf
P. 87
dikenal pandai mengukir rumah-rumah besar di gunung, juga pantai
menggunakan batu-batu besar untuk berbagai keperluan.
Kemudian Allah Swt. menyuruh Nabi ¡ālih berdakwah kepada kaumnya.
Seperti dalam firman Allah Swt.
Artinya: Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh
berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu
Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan
menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya,
kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat
(rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)."(Q.S. Hud/11:61)
Kaum Nabi ¡ālih berkata:
"Hai Saleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami
yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah apa
yang disembah oleh bapak-bapak kami? Dan sesungguhnya kami betul-
betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu
serukan kepada kami. " (Q.S. Hud/11: 62)
Demikianlah kaum Nabi ¡ālih merasa bingung di hadapan kebenaran.
Mereka mengira bahwa Nabi ¡ālih tersihir. Mereka meminta kepadanya
agar didatangkan mukjizat yang membuktikan bahwa ia memang utusan
Allah Swt. Nabi ¡ālih berkata kepada kaumnya:
"Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah sebagai mukjizat (yang
menunjukkan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi
Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun
yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat." (Q.S. Hud/11: 64)
Diriwayatkan bahwa batu gunung pada suatu hari terpecah dan keluar unta.
Unta lahir melalui cara yang tidak umum. Unta ini merupakan mukjizat
dengan sebutan: "naqatullah" (unta Allah). Itu berarti bahwa unta tersebut
bukan unta biasa, namun merupakan mukjizat dari Allah Swt.
Mula-mula kaum Samud sangat terkejut. Berimanlah beberapa orang
di antara mereka namun sebahagian besar tetap berada dalam kekafiran.
Kebencian terhadap Nabi ¡ālih berubah menjadi kebencian kepada unta
itu. Mulailah mereka membuat persekongkolan untuk melawan unta itu.
Tokoh mereka berkata: "Kita harus melenyapkan ¡ālih dari jalan kita. Kita
harus membunuh untanya dan setelah itu kita akan membunuh ¡ālih." Lalu
ada sembilan laki-laki menyerang unta itu. Akhirnya, unta itu terkubur.
Allah mengisahkan: "Maka mereka memanggil kawannya, lalu kawannya
menangkap (unta itu) dan membunuhnya." (Q.S. al-Qamar/54: 29)
Nabi ¡ālih mengetahui apa yang terjadi, lalu dengan gagah berani beliau
pun marah menemui kaumnya. ¡ālih tetap berseru bahwa mereka harus
beriman kepada Allah dan takut kepada azabnya. Namun kaum Samud tetap
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 75

