Page 91 - 01_Kelas_02_SD_Agama_Islam_dan_Budi_Pekerti_Guru_148.pdf
P. 91

KI-3  Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar,
                              melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang
                              dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda
                              yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
                         KI-4  Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis,
                              dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak
                              sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman
                              dan berakhlak mulia.

                      2. Kompetensi Dasar (KD)
                         2.5 Memiliki sikap berani bertanya sebagai implementasi dari pemahaman
                             Q.S. An-Nahl/16: 43.
                         3.4 Mengenal hadits yang terkait dengan anjuran menuntut ilmu
                         4.4 Menunjukkan perilaku rajin menuntut ilmu

                      3. Tujuan Pembelajaran
                         Peserta didik mampu melakukan hal-hal berikut.
                         a.  Membiasakan sikap berani
                         b.  Menyebutkan keterangan berdasarkan hadis tentang menuntut ilmu
                         c.  Menunjukkan perilaku rajin menuntut ilmu

                      4. Pengembangan Materi
                         Sikap berani bertanya kini perlu dimaksimalkan pada peserta didik. Guru
                         tidak cukup menjelaskan isi pelajaran dengan hanya menerangkannya di
                         depan kelas,  tanpa  tahu siswa sesungguhnya paham ataukah tidak. Guru
                         perlu merangsang siswa untuk berani bertanya jika belum paham, atau ingin
                         mengembangkan pengetahuan lebih jauh.
                         Peribahasa “Malu bertanya sesat di jalan”, adalah benar.

                         Cara bertanya juga harus diarahkan. Tidak boleh asal bertanya tanpa tujuan.
                         Setidaknya pertanyaan peserta didik harus dalam lingkup: (1) ingin tahu
                         lebih,  dan  (2)  belum  memahami  penjelasan  guru.  Singkatnya,  peserta
                         didik perlu dilatih bertanya.  Cara mengajarkan sesuatu melalui “senang
                         bertanya” sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw melalui Malaikat
                         Jibril  yang  bertanya  tentang  apakah  pengertian  iman  dan  Islam?  Tujuan
                         dari kisah Jibril bertanya kepada nabi adalah mengajarkan sesuatu kepada
                         kaum  muslimin  yang  sedang  bersama  Rasulullah  saat  itu.    Dengan  kata
                         lain, sistem tanya jawab yang dipraktikkan oleh Jibril dan Nabi Muhammad
                         adalah salah satu komponen penting dalam proses belajar. Seperti Firman
                         Allah:  “Bertanyalah  kepada  orang-orang  yang  tahu  jikalau  kamu  tidak
                         mengetahui” (QS. An-Nahl/16:43)
                         Nabi  Muhammad:  “Tolabul  ‘ilmi  faridotun  ‘ala  kulli  muslim”.  Artinya:
                         Menuntut  ilmu  wajib  bagi  setiap  muslim.  (HR.  at-Tabrani.  Riwayat
                         Abdullah bin Mas'ud)



                                                                                  Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti   79
   86   87   88   89   90   91   92   93   94   95   96