Page 4 - PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN SEGAR
P. 4
- Sediakan pula 6 bagian sayuran (@ 100 gram atau 1 buah) dengan karakteristik
mutu yang sama.
- 2 bagian sayuran masing-masing dimasukkan ke dalam plastik dengan ventilasi,
2 bagian sayuran ke dalam plastik tanpa ventilasi dan 2 bagian sayuran lainnya
dibiarkan tanpa dikemas.
- Simpan ke dalam refrigerator masing-masing 1 bagian sayuran yang dikemas
dalam plastik dengan ventilasi, tanpa ventilasi dan tanpa kemasan.
- Simpan pada suhu ruang masing-masing 1 bagian sayuran yang dikemas dalam
plastik dengan ventilasi, tanpa ventilasi dan tanpa kemasan.
- Amati keadaan visual (warna, keriput, uap air) dan perubahan berat sayuran dan
buah selama 7 hari (mulai hari ke – 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6).
B. Penyimpanan bahan makanan hewani
2. Penyimpanan daging, unggas, ikan, susu, dan telur
Alat :
- Daun pisang
- Timbangan digital
- Mangkok
Bahan :
- 150 gr dada ayam (dibagi menjadi 3 bagian)
Prosedur :
- Daging, unggas, ikan, udang, kerang dan cumi disiangi dan dicuci bersih,
kemudian dibagi menjadi 3 bagian.
- Simpan 3 bagian bahan yang pertama ke dalam plastik PE. Susu hanya dikemas
dalam plastik PE, sedangkan telur diletakkan pada wadah telur.
- Setiap bagian bahan masing-masing disimpan pada suhu ruang, suhu refrigerasi
o
o
(5 – 10 C), dan suhu freezing (- 20 – (-18) C).
- Pengamatan dilakukan pada hari ke – 0 terhadap bahan segar, setelah 24 jam,
36 jam, dan 48 jam untuk bahan yang disimpan pada suhu ruang. Sedangkan
bahan yang disimpan dingin dilakukan pengamatan setiap hari selama 1
minggu.

