Page 12 - Edisi 168 Tahun 2019 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 12
Mbah Cholil Waliyullah
yang Berpengaruh Berdirinya NU
(Bagian 3)
Adapun karomah Mbah Cholil orang Madura yang dibopong karena sakit
diantaranya: (kakinya kerobohan pohon). Lalu mereka
sepakat pergi bersama-sama berobat ke Mbah
Lebah Gaib Cholil. Orang Madura berjalan di depan
Kekeramatan Mbah Cholil, yang sangat sebagai penunjuk jalan. Kira-kira jarak kurang
terkenal adalah pasukan lebah gaib. Dalam dari 20 meter dari rumah Mbah Cholil,
situasi kritis, beliau bisa mendatangkan muncullah Mbah Cholil dalam rumahnya
pasukan lebah untuk menyerang musuh. Ini dengan membawa pedang seraya berkata:
sering beliau perlihatkan semasa perang “Mana orang itu?!! Biar saya bacok sekalian.”
melawan penjajah. Termasuk saat peristiwa Melihat hal tersebut, kedua orang sakit
10 November 1945 di Surabaya. tersebut ketakutan dan langsung lari tanpa
KH Ghozi menambahkan, dalam peristiwa beliau sadari sedang sakit. Karena Mbah
10 November 1945, Mbah Cholil, bersama Cholil terus mencari dan membentak-bentak
Kyai-Kyai besar seperti Bisri Syansuri, mereka, akhirnya tanpa disadari, mereka
Hasyim Asy’ari, Kyai Wahab dan Mbah sembuh. Setelah Mbah Cholil wafat kedua
Abas Buntet Kota Cirebon, mengerahkan orang tersebut sering ziarah ke makam beliau.
semua kekuatan gaibnya untuk melawan
tentara Sekutu. Kisah Pencuri Timun Tidak Bisa Duduk
Hizib-hizib yang mereka miliki, dikerahkan Pada suatu hari petani timun di daerah
semua untuk menghadapi lawan yang Bangkalan sering mengeluh. Setiap timun
bersenjatakan lengkap dan modern. yang siap dipanen selalu kedahuluan dicuri
Sebutir kerikil atau jagung pun, di tangan karena saat perahunya pecah di tengah laut, maling. Begitu peristiwa itu terus-menerus,
Kyai-Kyai itu bisa difungsikan menjadi bom langsung ditolong Mbah Cholil. akhirnya petani timun itu tidak sabar lagi.
berdaya ledak besar. Tak ketinggalan, Mbah ”Kedatangan nelayan itu membuka tabir. Setelah bermusyawarah, maka diputuskan
Cholil mengacau konsentrasi tentara Sekutu Ternyata saat memberi pengajian, Mbah untuk sowan ke Mbah Cholil. Sesampainya
dengan mengerahkan pasukan lebah gaib Cholil dapat pesan agar segera ke pantai di rumah Mbah Cholil, sebagaimana biasanya
piaraannya. Disaat ribuan ekor lebah untuk menyelamatkan nelayan yang perahunya Kyai tersebut sedang mengajarkan kitab
menyerang, konsentrasi lawan buyar. Saat pecah. Dengan karomah yang dimiliki, dalam Nahwu. Kitab tersebut bernama Jurumiyah,
konsentrasi lawan buyar itulah, pejuang kita sekejap beliau bisa sampai laut dan membantu suatu kitab tata bahasa Arab tingkat pemula.
gantian menghantam lawan. si nelayan itu,” Papar KH Ghozi yang kini “Assalamu’alaikum, Kyai,” Ucap salam
“Hasilnya terbukti, dengan peralatan tinggal di Wedomartani Ngemplak Sleman para petani serentak.
sederhana, kita bisa mengusir tentara lawan ini. “Wa’alaikumussalam warahmatullahi
yang senjatanya super modern. Tapi sayang, wabarakatuh,“ Jawab Mbah Cholil.
peran ulama yang mengerahkan kekuatan Menyembuhkan Orang Lumpuh Seketika Melihat banyaknya petani yang datang.
gaibnya itu, tak banyak dipublikasikan,” Dalam buku yang berjudul “Tindak Lampah Mbah Cholil bertanya: “Sampean ada
Papar KH Ghozi, cucu KH Abdul Wahab Romo Yai Syeikh Ahmad Jauhari Umar” keperluan, ya?”
Hasbullah ini. menerangkan bahwa Mbah Cholil Bangkalan “Benar, Kyai. Akhir-akhir ini ladang timun
termasuk salah satu guru Romo Yai Syeikh kami selalu dicuri maling, kami mohon kepada
Membelah Diri Ahmad Jauhari Umar yang mempunyai Kyai penangkalnya,” Kata petani dengan
Kesaktian lain dari Mbah Cholil, adalah karomah luar biasa. Diceritakan oleh penulis nada memohon penuh harap.
kemampuannya membelah diri. Dia bisa buku tersebut sebagai berikut: Ketika itu, kitab yang dikaji oleh Kyai
berada di beberapa tempat dalam waktu “Suatu hari, ada seorang keturunan Cina kebetulan sampai pada kalimat “qoma zaidun”
bersamaan. Pernah ada peristiwa aneh saat sakit lumpuh, padahal beliau sudah dibawa yang artinya “zaid telah berdiri”. Lalu serta-
beliau mengajar di pesantren. Saat berceramah, ke Jakarta tepatnya di Betawi, namun belum merta Mbah Cholil berbicara sambil menunjuk
Mbah Cholil melakukan sesuatu yang tak juga sembuh. Lalu beliau mendengar bahwa kepada huruf “qoma zaidun”.
terpantau mata. ”Tiba-tiba baju dan sarung di Madura ada orang sakti yang bisa “Ya.., Karena pengajian ini sampai ‘qoma
beliau basah kuyup,” Cerita KH Ghozi. menyembuhkan penyakit. Kemudian pergilah zaidun’, ya ‘qoma zaidun’ ini saja pakai
Para santri heran. Sedangkan beliau sendiri beliau ke Madura yakni ke Mbah Cholil sebagai penangkal,” Seru Kyai dengan tegas
cuek, tak mau menceritakan apa-apa. Langsung untuk berobat. beliau dibawa dengan dan mantap.“Sudah, Pak Kyai?” Ujar para
ngeloyor masuk rumah, ganti baju. menggunakan tandu oleh 4 orang, tak petani dengan nada ragu dan tanda tanya.
Teka-teki itu baru terjawab setengah bulan ketinggalan pula anak dan istrinya ikut “Ya sudah,” Jawab Mbah Cholil
kemudian. Ada seorang nelayan sowan ke mengantar. menandaskan.
Mbah Cholil. Dia mengucapkan terimakasih, Di tengah perjalanan beliau bertemu dengan Bersambung
12 Majalah Komunitas Sabilillah
Edisi 168 /Terbit Bulan Maret 2019 / Thn: 07

