Page 14 - Edisi 168 Tahun 2019 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 14

Psikologi  Parenting                                                         Diasuh oleh: Muhammad Mahpur



                                                                                      Dosen Psikologi UIN Maliki Malang



            Cukupkah Menjadikan Anak Juara



        BERJUANG menjadi juara itu “sesuatu.”                                   dengan potensi temannya untuk bisa
       Sesuatu itu per juangannya menjadi luar biasa.                           mengembangkan kekuatan dirinya bersama
       Kursus dan aneka latihan soal pun bisa menjadi                           dengan kekuatan orang lain. Kebutuhan
       luar biasa. Motivasi internalnya juga kuat                               kolaborator akan meningkatkan proses saling
       bagi anak-anak yang sering mem peroleh                                   bekerjasama untuk meningkatkan produktifitas.
       kemenangan dari berbagai kemampuan                                       Contohnya, anak yang suka melukis, dia
       akademik atau non-akademik.                                              tidak hanya mengejar menjadi pemenang
        Bagi sang Juara, usaha terus dalam ketekunan                            lomba tetapi dengan berkolaborasi dengan
       sampai menyita waktu untuk merelakan                                     anak yang suka menjual, maka dia bisa latihan
       berjauh-jauhan dari teman-temannya. Be-                                  bekerjasama berbagi tugas untuk bidang
       kerja sendiri siang dan malam untuk latihan                              pemasarannya. Proses latihan berkolaborasi
       soal bisa menjadi salah satu keistimewaan.                               akan mendorong kemampuan anak untuk
       Me ngistimewakan diri sendiri adalah modal                               membuka potensinya untuk kekuatan yang
       bagi anak-anak agar menjadi sang juara.                                  lebih luas. Dia tidak hanya bekerja. Potensi
        Mungkinkah ada yang hilang dari mereka?                                 yang dimilikinya kemudian melahirkan aset
       Juara adalah pri villege (keistimewaan individu)                         yang memberikan nilai positif baik bagi
       yang kerap diperjuangkan dengan disiplin   sendiri juga tidak cukup, apalagi menyangkut   dirinya maupun orang lain.
       individual. Mereka ber juang ingin diakui yang   kesuksesan dari kuadran kanan. Di zaman   Oleh karena itu, prestasi yang dimiliki oleh
       terbaik maka mereka juga butuh ruang individual   kreatif, kompetensi juga perlu dilengkapi   seorang anak sebaiknya dikembangkan untuk
       yang nyaman sehingga konsentrasi dan motivasi   kemampuan berkolaborasi. Tanpa kemampuan   mendapatkan pengalaman sharing atau saling
       be lajarnya selalu terjaga sampai pada titik di   berkolaborasi, usaha menjadi salah satu   bertukar keahlian untuk pengembangan potensi
       mana mereka mampu menggenggam sang   kuadran kiri seperti memunyai owner dan   yang lebih masif. Coba kita lihat beberapa
       juara. Ketika proses ini pada akhirnya mem-  investasi tidak cukup hanya mengandal   kasus, ketika seorang juara olah raga, yang
       bentuk pribadi anak, mereka akan berada dalam   kompetensi. Kebutuhan kemam puan kolaborasi   masih jaya-jayanya mereka meraup keuntungan,
       ruang individual terus-menerus sehingga ruang   adalah jalan baik bagi anak-anak memiliki   tetapi setelah pensiun dari sang juara, ada yang
       sosial dan publik mereka akan terpinggirkan.   hubungan yang mampu saling memberikan   mengalami kesulitan dalam menyambung
       Mereka semakin diasah untuk membangkitkan   persilangan kemampuan yang dimilikinya.  kehidupannya secara lebih luas.
       obsesi diri dan semakin nyaman manakala   Suatu misal, ketika seorang yang mempunyai   Dengan demikian seorang anak yang juara,
       mendapat hadiah sang juara.          skill memasak, lantas ingin mengembangkan   sebaiknya dibantu untuk saling berbagai
        Ruang sosial dan publik anak yang   keahlian memasaknya maka dia akan mencari   kompetensi dan diajari menuju hubungan-
       terpinggirkan menjadikan mereka melihat   mitra usaha yang bisa mendukung menjadi   hubungan yang produktif. Mereka akan tumbuh
       kerumunan anak-anak tidak ubahnya seperti   bisnis. Untuk menemukan mitra maka dibu-  dengan pola hu bungan kreatif dan produktif
       orang lain yang dianggapnya tidak kompetens.   tuhkan relasi yang bisa dijadikan sebagai   mulai dari proses hulu (kemampuan inti) sampai
       Coba saja, apakah anak-anak sang juara   kolaborator, seperti di bidang permodalan,   hilir, yakni kemam puan mendapatkan nilai
       demikian? Jika iya, apakah masih dibutuhkan   pemasaran atau tenaga-tenaga lain yang   guna bagi orang lain yang luas.
       dunia sosialnya untuk menopang menuju   menopang percepatan kemampuan me-  Kemampuan kolaborasi juga dapat dilatihkan
       sang juara tersebut. Ya, memang tidak seluruh   masaknya menjadi aset produktif. Sebaliknya,   melalui kerja kelompok. Cara kerjanya antara
       anak-anak pintar itu kurang pergaulan tetapi   ketika tidak mempunyai kemampuan menjaring   lain dengan membuat aneka simulai yang
       ketika individualitasnya ter ga daikan oleh   mitra, maka dia pada akhirnya hanya menunggu   saling bertemu dalam kepentingan yang
       obsesi diri yang meng hilangkan dunia sosialnya   agar keahliannya digunakan oleh orang lain,   sama. Anak-anak dapat dilatih dalam berbagai
       maka menjadi disayangkan, anak-anak akan   persis seperti menjadi pekerja profesional.   perkumpulan yang produktif. Kesempatan
       kehilangan kesempatan bersosialisasi dengan   Namun, ketika dia mampu mengembangkan   ini sudah semestinya menjadi bagian dari
       luas. Mengapa demikian.              kola bo rator, maka keahliannya akan bisa   proses simulasi anak berkembang secara
                                            semakin didukung oleh sumberdaya yang   bersama-sama. Anak-anak dengan begitu
        Kemampuan berkolaborasi             memperkuat keahliannya.             perlu dilatih membuat kelompok dan
        Pada era revolusi 4.0. yang ditandai oleh   Dengan demikian seorang anak perlu untuk   berdinamika kelompok untuk membiasakan
       percepatan teknologi dan informasi, pandai   dilatih saling mem pertemukan keahliannya   berkolaborasi. (*)


             Redaksi menerima pertanyaan dari jamaah, donatur, muzaki dan sahabat Sabilillah yang berkaitan dengan permasalahan -permasalahan
           keagamaan atau ibadah, kesehatan maupun psikologis parenting. Pertanyaan bisa dikirim melalui nomor-nomor SMS centre yang ada, melalui
             web http://sabilillahmalang.org, akun FB dan email: lazissabilillah@gmail.com atau diserahkan secara langsung ke kantor masjid
                                                 Sabilillah setiap hari pada jam kerja.


       14   Majalah Komunitas Sabilillah
            Edisi 168 /Terbit Bulan Maret 2019 / Thn: 07
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19