Page 13 - Edisi 168 Tahun 2019 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 13

Siapakah Waliyullah Itu ?           kecuali bersama Allah Ta’ala.
        Imam Abdul Karim Bin Hawazin Al Qusyairi   Imam Yazid Al Busthomi Rohimahullah   Wali-wali Syaithon
       Rohimahullah mengatakan :            mengatakan :                          Waliyullaoh adalah orang yang dhohir dan
                                                                                batinnya selalu mengikuti ajaran Nabi
                                                                                Muhammad SAW, menyakini berita-berita
                                                                                ghoib yang dibawa oleh Nabi Muhammad
                                                                                SAW dan selalu mengerjakan kewajiban-
                                                                                kewajiban Allah SWT serta menjauhi larangan-
                                             Wali-wali Allah adalah pengganti-pengganti   laranganNya.
                                            Allah, tidaklah bisa menyaksikan pengganti   Barangsiapa yang tidak mengimani ajaran
        Wali itu mempunyai dua arti :       tersebut kecuali orang-orang yang memiliki   yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW,
        1. Mengikuti wazan        dengan    hubungan dekat. Mereka itu dipingit dengan   maka dia kafir. Dan barangsiapa meninggalkan
       menggunakan makna    yaitu                     hijab kegembiraan, dan tidak   perintah-perintah agama, seperti tidak
       orang yang segala urusannya                    seorangpun bisa melihat wali-  mengerjakan puasa, zakat, haji bagi orang
       dikuasai oleh Allah SWT. Allah                 wali Allah baik di dunia maupun   yang mampu, dsb. Atau melanggar larangan-
       SWT telah berfirman : Dan                      di akherat.               larangan agama semisal berjabat tangan
       Dia melindungi orang-orang                                               dengan wanita yang bukan mahromnya,
       yang sholeh. (QS. Al A’rof 196).                 Sifat Waliyullah        memandang wanita yang bukan mahromnya,
       Allah tidak sekejap pun                          Para waliyullah itu memiliki   dsb. Maka dia adalah Wali Syaithon, meskipun
       mempercayakan urusan seorang                   sifat Mahfudh, yaitu terjaga   orang tersebut memiliki keistimewaan-
       wali kepada dirinya sendiri,                   dari melakukan kemaksiatan   keistimewaan yang luar biasa.
       namun  Allah sendiri yang                      sebagaimana para Nabi yang   Banyak sekali orang awwam yang tertipu
       memberikan perlindungan                        memiliki sifat Ma’shum.   di zaman now dengan menganggap wali
       kepadanya.                      o  l  e  h  :    Meskipun mereka memiliki   terhadap orang yang mampu melakukan
        2. Mengikuti wazan          M. Ridlo El Hajj  sifat mahfudh, namun bukan   hal-hal yang luar biasa. Semisal, bisa
       merupakan mubalaghoh                           berarti para wali itu tidak pernah   mengetahui peristiwa-peristiwa yang akan
       (penguat) dari isim fail (subyek),             berbuat dosa. Bisa saja mereka   datang, bisa mengobati orang sakit, memiliki
       yaitu orang yang selalu melaksanakan ibadah   tergelincir melakukan kemaksiatan, namun   kekebalan, bisa berjalan diatas air, dsb.
       kepada Allah Ta’ala.                 mereka segara bertaubat. Tidaklah pernah   Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah,
        Jadi Waliyullah adalah kekasih Allah,   ada seorang waliyullah yang terus-menerus   karena hal-hal yang luar biasa itu mungkin
       yang mencurahkan seluruh waktunya untuk   berbuat maksiat tanpa mau bertaunat dengan   merupakan karomah yang menjadi tanda-
       menjalankan perintah-perintahNya baik   benar. Karena seorang wali itu manakal   tanda kewalian, jika memang terjadi pada
       perkara wajib maupun sunnah, serta menjauhi   menyadari kesalahannya maka akan segera   orang yang sholeh dan bertaqwa kepada
       larangan-laranganNya baik perkara haram   menyesalinya dan tidak akan mengulangi   Allah SWT. Namun, jika hal-hal luar biasa
       maupun makruh. Oleh karena itu seorang   lagi perbuatannya tersebut.     tersebut keluar dari orang-orang yang fasik,
       wali akan selalu mendapat perlindungan dari   Imam Abdul Karim Bin Hawazin Al Qusyairi   pendeta atau tukang sihir, maka sudah jelas
       Allah SWT kapanpun dan dimanapun ia   Rohimahullah mengatakan :          bukan merupakan karomah dan tidak bisa
       berada.                                                                  dijadikan tanda-tanda kewalian.
        Tanda-tanda Kewalian                                                      Bahkan ada sebagian orang yang dikultuskan
        Seorang wali bisa saja mengetahui bahwa                                 oleh para pengikutnya dan mengaku telah
       dirinya itu wali, karena sesungguhnya kewalian                           wushul kepada Allah SWT atau sama dengan
       terdiri dari dua bagian yang tak terpisahkan,                            manunggal dengan Sang Pencipta, padahal
       yaitu dhohirnya selalu tunduk kepada syariat   Seorang wali secara umum terjaga dari   ajarannya banyak yang menyimpang dari
       dan batinnya tenggelam dalam nur hakikat.  segala bencana. Dan bencana yang paling   ajaran Nabi Muhammad SAW. Maka orang
        Pengertian tenggelam dalamm nur hakikat   berat adalah melakukan kemaksiatan-  seperti ini janganlah diikuti, karena ia telah
       disini adalah sangat bergembira mengerjakan   kemaksiatan. Oleh karena itu Allah SWT   jelas sesat lagi menyesatkan.
       ketaatan, merasa senang berdzikir kepada   selalu menjaga wali-Nya dari melakukan   Wallahu a’lamu bish showab
       Allah Ta’ala dan jiwanya tidak merasa tenang   kemaksiatan-kemaksiatan sepanjang waktu.  M. Ridlo El Hajj



                                                                                             Majalah Komunitas Sabilillah   13
                                                                                 Edisi 168 /Terbit Bulan Maret 2019 / Thn: 07
   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18