Page 3 - Edisi 119 Agustus 2014 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 3
Mohon Maaf Lahirr-Batin... Enak Sawang
Alhamdulillahirobbil ‘Alamiin… Segala puja dan puji hanya bagi Al-
lah swt, yang selalu dan terus tanpa henti memberikan kenikmatan, Susah Sinawang
keimanan dan rahmat-Nya dalam setiap langkah kehidupan dan ibadah
kita sehari-hari. Sebagaimana yang telah biasa kami sampaikan disetiap
bulan pada pertengahan syawal ini kami kembali menyampaikan ber-
bagai laporan program serta kegiatan-kegiatan yang telah terlaksana, DI zaman serba digital seperti sekarang ini, apa yang
baik pada akhir Ramadhan menjelang Idul fitri maupun kegiatan rutin tidak bisa kita lakukan, dapat dengan mudah dikerjakan.
Halal bi halal Keluarga besar Yayasan Sabilillah. Awal pekan lalu misalnya. Lama tak jumpa teman-teman
Selain kegiatan dan program-program yang telah terlaksana pada sekampus karena tak sempat silaturahim saat Lebaran,
edisi kali ini kami sampaikan pula ulasan laporan lembaga sebagai wu- sapaan via telepon pun terpaksa dilakukan. Seorang te-
jud syukur dan transparansi kami pada saat penerimaan amanah zakat
baik zakat fitrah, maal, infaq, shodaqah yatim maupun fidyah. Dengan man, sebut saja namanya Anton. Sepengetahuan saya, ia
peningkatan yang luar biasa disetiap tahunnya. Khususnya pada tahun tergolong berhasil dari sisi karir. Namun dalam telepon, ia
2014 ini. Lantas bukan menjadi jumawa atau bersantai santai saja. pun mengeluh kalau keluarganya kurang bahagia, karena
Namun, ini adalah amanah berat dan tugas serta tanggung jawab yang belum punya momongan hingga sekarang. Penyebabnya,
harus kami emban untuk dapat mentasarufkan seluruhnya dengan tepat si istri sakit sejak ia nikahi.
guna serta sasarannya. Oleh karenanya, kami selalu memohon serta ’’Istriku kena kanker kista Mas. Aku tak tega menggaulinya,
mengajak kepada seluruh pembaca baik pengurus, maupun jamaa’ah kasihan dia. Kalau sedikit stres ia pingsan, aku jadi tak tega,’’
untuk turut serta bersama-sama ikut mendukung dan memberikan ide, ucapnya. ’’Gimana kabar Wahid (ini bukan nama sebenarnya),
saran serta kritik bagi seluruh program lembaga. enak ya. Dia sudah jadi bos, aku kemarin ketemu, ia sudah
Akhirnya, dengan mengucapkan “’Selamat Idul Fitri 1435 H – Mohon
Maaf Lahir & Batin” bawa mobil baru hadiah kantornya,’’ sambung Anton.
Saya pun menjawab kalau sebentar lagi juga akan
meneleponnya. Setelah bicara yang lain-lain, telepon pun
ditutup. Sesuai janji, nomor Wahid pun saya pencet.
Begitu sambung, pembicaraan pun mengalir. Namun dari
sekian pembicaraan, ada juga yang menarik perhatian. ’’Antum
“Semoga Allah merima amal kita semua dan semoga Allah menjadikan enak ya sekarang. Waduh iklim usaha sekarang bikin pusing.
kita orang-orang yang kembali suci dan bahagia. Semoga kita selalu Tahu nggak, utangku di bank berapa? Dua miliar Bung! Itu
dalam kebaikan...” belum kartu kredit yang tiap jam telepon karena ana telat bayar
Amiin, Amiin ya Robbal ‘Alamiin… (red*) minimum,’’ ceritanya di ujung sana. ’’Kabare Rahmat (ini juga
bukan nama asli, tapi pinjaman aja) piye? Enak ya ia sekarang
tenang. Ngurus ngaji anak-anak kampung,’’ sambung Wahid.
Dialog pun berlanjut. Setelah selesai, saya pun telepon
Rahmat. Ia adalah guru ngaji di kampung. Sejak selesai
Syi’ar kuliah, ia diambil menantu tokoh masyarakat di Lumajang.
Jangan Dermawan di Bulan Ramadhan Saja .......................................... 4 Dari cerita ke cerita, ada pula ungkapan yang menarik dari
Kolom Utama teman satu angkatan yang sama-sama aktif di senat dulu.
Halal Bi Halal Masih Pada Nilai Tradisi ................................................... 5 ’’Hidup di kampung susah. Sulit berkembang. Pas puasa
Ekonomi Islam
Lebaran dan Larangan Berlebih-Lebihan .............................................. 6 aku ketemu Anton, enak ya sekarang. Ia jadi manajer di
Minuril Islam Surabaya. Pas mampir ke rumahnya, kayaknya keluarganya
Hati Nurani (bagian 2) .................................................................... 7 tenang gitu. Barokah rejekinya,’’ papar Rahmat.
Ulasan Lembaga Sama dengan Anton dan Wahid, saya pun ngobrol ngalor-
Doa Keberkahan, Meningkatkan Penerimaan ............................................. 8 ngidul dengan Rahmat. Dari ketiganya, ada kesimpulan,
Kisah Teladan ternyata filsafat Jawa yang mengatakan bahwa urip kuwi
Pencetak Ulama Sejati Kota Santri Malang .................................................. 9 sawang sinawang (hidup itu saling memandang), benarnya
Doa, Potret Kegiatan ............................................................. 10-11 100 persen. Kita ini selalu enak jika dipandang orang lain.
Renungan Tapi aslinya kita sendiri yang tahu.
Hubungan Ramadhan Dan Syawal Dalam Kehidupan ............................ 12 ***
Profil Santunan
Bantuan Sarana Air Untuk Musolla Al Ikhlas Kalipare ............................ 13 Dalam menjalani hidup, hal yang paling susah adalah
Konsultasi belajar bersyukur dalam segala situasi. Baik saat senang
Konsultasi Agama, Kesehatan, Psikologi Parenting .............. 14-15 maupun susah.
Program Amanah Warning dan janji Alquran soal syukur sebenarnya banyak
500 Paket Lebaran Dibagikan Kepada Mustahik Binaan ............................ 16 disebut. Misalnya, Waidz taadz-na rabbukum lain syakartum
Sabilillah News la-azidannakum, walain kafartum inna ‘adzabi la syadiid.
Halal bihalal Pemersatu Visi dan Hati ................................................... 17 Allah berjanji benar bahwa jika kita bersyukur, pasti Ia akan
Laporan Keuangan menambah (nikmat) itu. Sebaliknya jika mengingkari nikmat,
Periode Bulan Juli 2014 ................................................................ 18 azab Allah juga sangat pedih. (QS: Ibrahim: 7).
Namun, meski ada warning dan janji seperti itu, bersyu-
kur itu sulitnya minta ampun. Memang, saat hidup berjalan
mudah dan sesuai harapan kita, bersyukur tidaklah sulit.
Kita mudah sekali mengucap syukur atas rejeki yang
datang. Tapi saat sulit, bersyukur rasanya sulit sekali.
Mengucap Alhamdulilah pun berat. Kadang kita pun malah
PENASEHAT : Prof Dr KH M Tholchah Hasan, KH Mas’ud Ali, MAg
sering mengumpat dan lupa pada kalimat syukur.
PENANGGUNG JAWAB : Prof. Dr. M. Mas’ud Said, MM Kadang, yang lebih halus lagi, (ini biasanya dialami para
PIMRED & REDPEL : Khoirul Anwar, Mochammad Sholeh santri), saat kondisi susah, memang susah bersyukur, tapi
Sidang Redaksi : Agus Syamsuddin, Anas Basori, Sulaiman merajinkan ibadah. (Bersambung ke hal 19)
Distribusi & Iklan : Heru Pratikno, Yosman Ardiansyah, Mafaza

