Page 7 - Edisi 119 Agustus 2014 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 7
Hati Nurani
Bagian 2
HAL ini membuktikan, sekaligus sebagai mengingkari janji, dzalim, Hati nurani yang
konsekuensi dan komitmen keimanan yang bahkan serakah terhadap berkarat sering pula disebut
telah kita nyatakan. harta dan jabatan. Semua itu oleh Allah dengan istilah
Selanjutnya Rasulullah membedakan adalah kotoran-kotoran yang qoswah (hati yang keras),
hati manusia itu menjadi 4 macam seperti menutup dan melemahkan dan berkali-kali Allah
dijelaskan dalam sebuah Hadits riwayat Imam suar kebenaran dari hati mengingatkan agar kita
Ahmad dan Thabrani dari sahabat Abi Sa’ied nurani. Seringkali karena jangan sampai memiliki
Al-Khudri: tergiur oleh kesenangan hati yang keras seperti
duniawi,terobsesi oleh keser- ummat-ummat terdahulu
akahan untuk meraih jabatan (misalnya bani Israil). Hal
atau untuk menumpuk harta, ini dapat kita perhatikan
seseorang menjadi rela untuk O l e h : pada Surat Al-Maa’idah
mengingkari suara nuraninya Drh. KH. M. Zainul Fadli, MKes ayat 13:
“Hati manusia itu ada 4 macam yaitu : 1. sendiri. Banyak orang yang
Hati yang bersih dan selalu memancarkan memperalat agamanya hanya sekedar di-
sinar terang, itulah hatinya orang mu’min, jadikan sebagai alat politik untuk berebut
2. Hati yang hitam dan berkabut, itulah kekuasa’an. Banyak pula orang yang rela
hatinya orang kafir, 3. Hati yang tertutup menggadaikan iman dengan cara melaku-
dan terkunci, itulah hatinya orang munafik, kan kecurangan, korupsi dan penghianatan
4. Hati yang terbuka, di dalamnya ada iman hanya untuk meraih dan menumpuk-numpuk
sekaligus juga ada kemunafikan.” harta kekayaan. Na’udzu billah tsumma
Berdasarkan pengelompokan dalam Ha- na’udzubillah.
dits tersebut kita dapat melakukan penilaian Orang yang sudah tertutup mata hatinya
terhadap hati nurani kita masing-masing. karena terlalu banyak kedurhakaan yang
Termasuk kelompok mana sebenarnya nurani dilakukan, akan sangat sulit menerima ke-
kita ini. Tentu kita tidak ingin memiliki nurani benaran dari manapun datangnya. Jangankan
yang hitam (seperti orang kafir) apalagi yang dari orang lain, bahkan kebenaran dari hati 13. (tetapi) karena mereka melanggar
terkunci (seperti orang munafik), namun untuk nuraninya sendiripun dia abaikan. Orang janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami
menjadi nurani yang benar-benar bersih dan semacam inilah yang diterangkan oleh Allah jadikan hati mereka keras membatu. mereka
selalu memancarkan sinar tampaknya tidaklah di dalam Surat Al-Hajj ayat 46: suka merobah Perkataan (Allah) dari tempat-
mudah. Kemungkinan terbesar posisi kita
berada di kelompok empat, yaitu kita sering tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan
melakukan aktivitas-aktivitas keimanan, sebagian dari apa yang mereka telah diperin-
namun masih sering pula melakukan pelang- gatkan dengannya, dan kamu (Muhammad)
garan dan kemaksiatan yang mengotori hati Senantiasa akan melihat kekhianatan dari
nurani. Oleh sebab itu kita harus rajin melaku- mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang
kan pembersihan dengan memperbanyak tidak berkhianat), Maka maafkanlah mereka
istighfar dan pertaubatan. Mudah-mudahan dan biarkan mereka, Sesungguhnya Allah
Allah SWT berkenan mengampuni dosa-dosa menyukai orang-orang yang berbuat baik.
dan menerima taubat kita. Amin. Juga pada Surat Al-Hadiid ayat 16:
Beberapa waktu belakangan ini kita sering
mendengar banyak orang menganjurkan agar 46. Maka Apakah mereka tidak berjalan
menggunkan hati nurani dalam melangkah di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati
dan mengambil keputusan. Anjuran ini yang dengan itu mereka dapat memahami
memang terasa mudah di ucapkan, namun atau mempunyai telinga yang dengan itu
sebenarnya sangatlah sulit untuk dilak- mereka dapat mendengar? karena Sesung-
sanakan, apalagi oleh orang yang masih guhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi
sering melakukan kemaksiyatan sehingga yang buta, ialah hati yang di dalam dada.
hatinya menjadi penuh kotoran. Yang dimaksud dengan ta’mal quluub
Bagaimana mungkin seseorang dapat (buta nurani) adalah hati yang telah berkarat
menggunakan hati nurani kalau dia masih karena tertimbun oleh kotoran, sehingga tidak
berani berbohong, menipu, berkhianat, dapat lagi melihat kebenaran dengan jelas. (Bersambung)
Majalah Komunitas Sabilillah
Edisi 119 / Agustus 2014 / Thn: 07 7

