Page 4 - Edisi 119 Agustus 2014 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 4
Oleh : Gus Yazid
Marilah kita berkomitmen untuk men- bahkan semua rukun islam dan rukun iman
jadi golongan orang- orang muttaqin karena Muzaki di Idul bernilai abstrak yang tidak bisa kita logikakan,
Taqwa inilah merupakan kunci dari kesela- Fitri, tampak kita percaya kepada Allah yang gaib, malaikat
matan kita di dunia dan di akhirat terlebih membagikan yang gaib, percaya kepada al quran, bukan
kita masih dalam suasana memperingati shodaqoh secara alqurannya tapi isi dan kandungan al qur an
langsung kepada
hari raya idul fitri, hari dimana kalau sesuai kurang lebih 1500 yang kadang kita tidak bisa mencerna dengan
hadist Rasulullah Shallallahu alaihi wasal- mustahik di akal kita, kepercayaan dengan hal yang gaib
lam kita diutus untuk banyak muhasabah halaman masjid ini hanya dengan hati dengan keimanan yang
dan berintropeksi diri melakukan evaluasi Sabilillah. kuat kita akan mampu mempercayai dan
dan konsolidasi internal diri kita menata hati meyakini, apalagi kalau kita mampu mem-
kita kembali, setelah satu bulan lamanya praktekkan itu semua, inilah yang disebutkan
kita diberikan pendidikan yang sangat ber- al qur an sebagai ciri orang yang bertaqwa
harga oleh Allah di bulan ramadhan, kita ketika kita mampu melaksanakan ibadah
tahu ramadhan ini merupakan bagian dari lebih lebih di bulan romadhon ada 3 paket
pendidikan dalam rangka Allah mendidik yang tidak bisa dipisahkan ada shalat, puasa,
kita sebagai manusia agar betul – betul men- zakat, semua yang diberikan Allah bernilai
jadi manusia di dalam bulan seperti itu kita abstrak atau gaib.
selalu mendengar ayat Allah “Ya ayyuhal- Karena itu ciri orang yang mampu
ladziina amanu kutiba a’laikumusysyiyamu melaksanakannya dengan ketakwaan adalah
kama kutiba a’lalladiina minqoblikum yang mereka melakukan itu semua dan
la’allakum tattaquun “ yang artinya bahwa meyakini dengan penuh keyakinan dengan
kita di utus oleh Allah, diturunkan oleh tujuan taqorrub kepada Allah mendekatkan-
Allah Syahrun Mubarokan bulan yang diri kepada Allah dengan keikhlasan yang
penuh berkah itu hingga kita di utus oleh tinggi untuk kemudian ia melaksanakan
Allah untuk melaksanakan ibadah yang dengan penuh ketertundukan dan ketaatan,
tidak biasanya kita lakukan di bulan- bulan karena itulah kalau kita tahu sholat itu, kita
sebelum ramadhan, kita puasa juga tidak untuk menghadapi bukan 10, 20,50 tahun, tidak bisa mencerna lebih lanjut kenapa
seperti biasa kita lakukan dibulan yang lain, bahkan lebih penting dalam menghadapi shalat itu harus ada ruku sujud, kenapa
juga kita diutus untuk bersodaqoh tidak kita memasuki liang lahat memasuki alam shalat itu harus 5 waktu tidak 3 waktu,
seperti hari hari biasa. Tujuan semua ini barzah dan bertemu Allah di akherat, ini dhuhur 4, subuh 2, maghrib 3, kita tidak
disebutkan oleh Allah dengan la’allakum lebih penting dari pendidikan yang kita beri- bisa melogikakan ini kecuali melakukan
tattaquun, agar kita ber orientasi menjadi kan pada anak didik kita atau pendidikan dan meyakini dengan hati karena ini ba-
orang yang bertaqwa yang kita dapatkan di bangku sekolah atau gian dari ketaatan seorang hamba kepada
Tidak aneh dalam kitab ihya’ ulumuddin kuliah. Sebab apa, Allah memberikan kita Allah SWT. Kenapa juga puasa itu harus
imam ghozali menyebutkan bahwa bulan ramadhan ini pendidikannya adalah untuk dari subuh sampai maghrib ini semua tidak
romadhon adalah bulan syahrut tarbiyah, mendidik kita menjadi orang muttaqin “laal- bisa kita cerna dan kita tidak bisa berijtihad
bulan pendidikan, kalau kita sebagai pen- lakum tattaquun”, inilah yang harus kita untuk kita ganti dari maghrib sampai subuh,
didik agar pendidikan itu berorientasi pada jadikan I’tibar selalu, persoalannya adalah apalagi reward yang kita dapatkan adalah
suatu hasil yang nyata maka kita sebagai ajaran apa saja yang bisa kita dapatkan pahala yang bersifat abstrak, semua ini
seorang pendidik harus meletakkan visi kalau Allah menyatakan ketaqwaan inilah akan bisa kita lakukan dan kita selesaikan
dan misi yang jelas, untuk mungkin agar yang menjadi tujuan utama Allah mendidik dengan sebaik-baiknya hanya dengan penuh
anak didik kita mendapatkan kebahagiaan kita, bagaimana orang bertaqwa itu, ciri ciri keikhlasan sebagaimana perintah Allah
di dunia dengan pendidikan yang kita orang bertaqwa “alladiina yu`minuuna bil “wamaa umiruu illa liya’buduun mukhlisina
berikan untuk 10 tahun lagi 20 tahun lagi, ghoibi wayuqiimunasholaata wamimma lahuddin” bahwa kita melaksanakan dengan
tapi kita harus tahu kalau bulan romadhon rozaqnahum yunfiquun”. penuh keikhlasan tanpa ada keinginan yang
Allah memberikan visi misi kepada kita Ciri orang yang bertaqwa yang pertama, bersifat dohiriyah kalau kita benar benar
bukan untuk jangka 10 tahun sampai 20 Orang yang percaya dengan barang yang gaib, melaksanakan keimanan dan ketaqwaan
tahun tapi allah meletakkan tujuan visi dalam islam banyak sekali barang yang tidak di dalam hati.
misi pendidikan itu adalah agar kita siap bisa kita logikakan, pahala, surga, neraka, (Bersambung)
4 Majalah Komunitas Sabilillah
Edisi 119 / Agustus 2014 / Thn: 07

