Page 9 - Edisi 163 Mei 2018 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 9
(Bagian 2)
engan kata lian, seorang santri penuturan Kyai Abdullah Fakih yang
bukan hanya pinter ngaji Al-Quran bersumber dari Habib Lutfie Pekalongan.
Ddan tasfirnya dan hadis, fikih, tetapi KH Thalhah Hasan sering menyebut nama
juga memiliki wirid-wirid khsusunya yang KH Nawawi sebagi seorang yang luar biasa.
diberikan oleh guru-gurunya. Khsusunya, untuk urusan-urusan spiritual.
Dengan harapan, seorang santri kelak Dimana kalau mau bangun rumah, sekolah,
menjadi seorang ulama atau tokoh yang pondok, masjid, jika di situ ada banyak jin,
memiliki kedalaman ilmu dan spiritual, dan maka Kyai Nawawilah yang bisa berdiskusi
keluhuran budi pekerti karena miracle dengan bangsa Jin.
(keajaiban) yang sangat dahsyat dari wirid Kyai Nachrowi lahir Bungkuk-Singosari-
yang dibaca secara istikomah. Malang, sekitar tahun 1900 M/1317 H. Seorang
Jika merujuk para keterangan dan penjelasan Kyai, biasanya putra-putrinya memiliki visi
ulama-ulama NU-Santara, baik melalui dan misi yang sama dengan pendahulunya,
pengajian atau tulisan-tulisan, ternyata santri karena sejak kecil sudah melihat secara
itu memiliki makna filosofi yang sangat langsung semua aktfitas ayahandanya, baik
tinggi. dirumah, maupun ketika ngajar santri-santri,
Di dalam buku “Lentera Kehidupan dan atau ketiak sedang berdakwah. Sifat dan
Perjuangan Kia Yahya” di sebutkan makna kepribadian Mbah Thahir Bungkuk mengalir
“SANTRI”. 1 pada diri Kyai Nahrowi. Sejak usia muda,
S: (س)berarti “Salikun ila Akhirat” yang perhatian KH Nahrowi terhadap pendidikan
artinya santri bertujuan mendapat kebahagiaan sangat tinggi.
akhirat. Santri itu boleh menjadi apa saja, Guru Kyai Nahrowi adalah Abahanya
tetapi tujuan utamanya adalah “Akhirat” akhirat”, sebagaimana doa sapu jagat yang sendiri, yaitu Mbah Thahir Bungkuk.
bukan dunia. isinya untuk kebaikan dunia dan akhirat. Sebagaimana yang diterangkan oleh Imam
N : (ن)berarti Naibul An-Masyayih; Artinya Tidak satu-pun dari seorang santri sejati, Nawawi dalam kitab Al-Majmu Syarah Al-
seorang santri itu harus bisa menjadi kecuali menyediakan hidupnya selalu setia Muhaddab, bahwasanya seorang thalibul
“penganti” dari gurunya. Jika seorang Kyai kepada gurunya. Santri tidak boleh membantah ilmu (santri), jangan di ajarkan kepada mereka
itu fail (pelaku), maka santri menjadi “Naibul titah sang guru, karena hakekat guru (Kyai) ilmu yang lain, kecuali sudah menghafal
Fail”. Tugasa santri itu sama dengan tugas itu penganti orangtuanya yang wajib di taati. Al-Quran. Ini wejangan Imam Nawawi.
gurunya, sebagaimana falil dibaca “rafa’, Ya ( (ي ’ berarti “ Yarju Al-Salamata fi Begitu juga dengan ulama-ulama NU-
dan naibul fail-pun juga di baca rafa’. dunya wa Al-Akhirat” seorang santri itu Santara, tak terkecuali Mbah Thahir Bungkuk,
T: (ت)berarti “Tarikul Maasi” seorang wajib baginya berusaha agar selamat di dunia telah mengajari putra-putrinya dengan
santri itu harus bisa berusaha sekuat tenaga dan akhirat. membaca Al-Quran. Selanjutnya, mengajarkan
meninggalkan perbuatan yang tidak berguna, kepada putra-putranya kitab-kitab klasik
lebih-lebih perbuatan maksiat (perbuatan Peran KH Nahrowi Bin Thohir yang mengajarkan akidah dasar Al-Asaary
tercela). Sebagaimana keterangan Rosulullah Kyai Nachrowi Thohir salah satu ulama (Ahlussunah), dan kitab dasar ilmu nahwu,
SAW “sebagian dari kesempurnaan islam sufi yang zahid, wara’ dan pendidik sejati. seperti; Kitab Aqidatul Awam, Matan
seseorang, meninggalkan apa yang tiada Jangan lupa, beliau juga melek ilmu politik Jurumiyah dan Matan Imriti.
guanya” (HR Muslim). Maka, seorang santri dari kalangan santri dari Singosari. Rupanya, Mengembara menuntut ilmu merupakan
itu wajib kuat puasa sunnah, kuat wirid, dan Kyai-kyai NU-Santara, jauh lebih hebat dalam tradisi kaum sarungan. Sejak usia dini, seorang
juga kuat tirakat. Dengan demikian, mereka berpolitik di bandingkan mahasiswa. santri harus tidur di Musolla (mandiri). Usai
akan enggan melakukan maksiat. Beliau dalah putra bungsu dari ulama sholat subuh harus ngaji sorogan yang
Ro; (ر)Berarti : “Ragibun fi Al-Khairat” Kyai Muhammad Thohir Bungkuk sang dibimbing lansgung oleh Kyai atau Abahnya.
yang artinya “seorang santri itu selalu Waliytullah dari Singosari. Beliau juga Kyai Nahrowi juga ngaji sorogan yang
berlomba-lomba berbuat baik untuk urusan memiliki saudara laki-laki yang bernanama dibimbing langsung oleh Ayahandanya.
“Kyai Nawawi Bin Thohir” yang juga terkenal
1 Lentera Kehidupan dan Perjuan-
gan Kia Yahya. LP.3.MH. Publisher, 2017 dengan “seorang waliyullah”, begitulah (Bersambung)
Majalah Komunitas Sabilillah 9
Edisi 163 / Mei 2018 / Thn: 07

