Page 13 - Edisi 163 Mei 2018 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 13
Rezeki Allah Yang Atur,
Kenapa Harus Khawatir?
KITA sering mendengar perkataan orang mencukupi kebutuhannya? Jawabannya tidak kesesatan. Kenapa saya sebutkan kesesatan,
tua mengenai rejeki, pada saat bayi dilahirkan salah selama 3 ihktiar diatas ditempatkan karna mengandalkan Uang atau sesuatu
dia sudah ditentukan umur,jodoh,rejeki, dan pada urutan yang benar. yang berbau dunia bisa saja dikatakan
lain sebagainya. Tentunya kalimat ini tidak Maksudnya begini, ketika kita sedang dengan menyekutukan Allah, marilah mulai
keluar sembarangan dan itu adalah termasuk membutuhkan pemasukan lebih, atau sekarang bergantung kepada Allah. Karna
takdir yang harus kita percaya. Namun didalam membutuhkan uang lebih, yang pertama kita tidak semua masalah bisa selesai dengan
kehidupan sehari-hari,kita seperti tidak percaya lakukan adalah kita tidak berikhtiar dengan uang, tapi semua masalah bisa selesai
akan kalimat diatas, bahwa segala sesuatunya Pemberi rezeki, Sumber rejeki, Pengatur dengan seizin Allah. Allah lah yang maha
sudah ada yang mengatur yaitu Allah. Tiada Rezaki dengan cara berdoa,memohon rejeki berkehendak. Setelah kita mengadu kepada
Tuhan selain Allah, Allah lah yang mengatur itu dipercepat datang kepada kita. Allah, barulah kita berikhtiar didunia dengan
semuanya tanpa harus diragukan lagi. Jika Karena mungkin kita mempunyai kesalahan semampu kita, tanpa harus merendahkan
kita belum yakin bahwa rejeki kita sudah yang menghalangi rezeki datang cepat kepada harkat dan martabat kita dihadapan orang
ada yang mengatur, berarti kita mempunyai kita. Yang kita lakukan atau kita pikirakan lain, berusahalan dengan usaha yang terbaik
masalah dengan keimanan kita kepada Allah, adalah mencari tambahan uang dengan bantuan anda, setelah berusaha temui Allah lagi
karena kita tidak percaya akan pengaturan manusia terlebih daluhu, bukan meminta dan memohon dipermudah segala usaha
Allah. bantuan kepada Allah Sang Pemberi Rezeki. kita dan diampuni dari segala dosa, Insya
Jangankan Manusia yang hidup di atas Ini berarti keyakinan terhadap Allah Sang Allah, Allah akan melepaskan anda dari
tanah, mahluk Allah yang ada didalam tanah Pengatur apa yang ada di langit dan dibumi masalah rezeki.
saja sudah disediakan rejekinya,Pohon pun telah luntur oleh kehidupan dunia. Itu juga Firman Allah dalam surat ath-thalaaq ayat
yang tidak berpindah sudah disiapkan pula pernah terjadi kepada saya dulu, ketika 2,3 pada ujung ayat ke 2 :
rejekinya, kenapa kita yang berakal dan membutuhkan uang tambahan, saya langsung “Barang siapa yang bertakwa kepada
berpindah-pindah tidak percaya bahwa Allah berfikir siapa yang bisa dipinjamkan uangnya, Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya
sudah menyediakan rejeki bagi kita? Ketika atau apa yang bisa dijual, tapi saya melupakan jalan ke luar(2). Dan memberinya rezeki
kita sedang mempunyai masalah keuangan, Allah yang maha Kaya dan Maha Bijaksana. dari arah yang tiada disangka-sangkanya.
biasanya kita cenderung untuk mencari jalan Tapi kini saya sadar bahwa kesalahan terbesar Dan barang siapa yang bertawakal kepada
keluar dari manusia, apa yang kita pikirkan saya adalah saya telah jauh melupakan Allah Allah niscaya Allah akan mencukupkan
ketika membutuhkan uang? dan terlalu mengandalkan dunia. (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah
Disinilah iman seseorang diuji, ketika melaksanakan urusan (yang dikehendaki)
pertama : siapa yang bisa dipinjamkan uang? mereka diberikan masalah, manusia lebih Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan
kedua : barang apa yang bisa dijual untuk dekat kepada penduduk dunia atau kepada ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.(3)”
menambah pemasukan? Sang Pencipta Dunia?. Mari kita yakinkan Dan Saya mengajak kepada anda semua,
ketiga:usaha sampingan apa yang bisa hati kita kembali bahwa rezeki sudah ada marilah merubah kebergantungan kita terhadap
menambah penghasilan kita? yang mengatur, jadi jika kita sedang hal duniawi menjadi kepada yang Pencipta
membutuhkan tambahan uang, yang harus Dunia. Hanya dengan Izin-NYA lah semua
Lalu pertanyaannya berikutnya apa ada kita lakukan pertama kali adalah mengadu persoalan akan selesai.
yang salah dengan ketiga pertanyaan diatas, kepada Sang Pemberi Rizki, dan istiqomah Mudah-mudahan kita semua diangkat
sebab manusia kan wajib berusaha untuk menjaga diri dari perbuatan maksiat dan permasalahnnya oleh Allah SWT. Amin
Majalah Komunitas Sabilillah 13
Edisi 163 / Mei 2018 / Thn: 07

