Page 14 - Edisi 163 Mei 2018 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 14
اَهَرَكَذ اَذِإ اَهِّهَصُيْهَف َةاَهَّصنا َيِسََ ٍَْي َلاَق
Artinya,
i berikut ini:
SAW: يِرْكِرِن َةاَهَّصنا ْىِقَأ{ َلاَق َهَّهنا ٌَِّئ َف
وىيأًناو وايلإا تيَ فلاتخا رضي لاو
SAW: يدؤًناو مفُتًناب ضرتفًنا ءادتقا حصيف
Konsultasi Agama Konsultasi Agama Konsultasi Agama
رهظك ةريصقب تهيىط يفو يضاقناب
سىكعنابو حبصب
اَهَرَكَذ اَذِإ اَهِّهَصُيْهَف َةاَهَّصنا َيِسََ ٍَْي َلاَق
يِرْكِرِن َةاَهَّصنا ْىِقَأ{ َلاَق َهَّهنا ٌَِّئ
َف
Hukum Bermakmum Shalat Qadha
kepada Shalat Berjamaah Tepat Waktu
وىيأًناو وايلإا
اتلاص اهيف اقفتا اذإ :هنىق
Artinya,
اعىَ افهتخا ٌاف ،ٍيرهظك اعىَو اددع يأ
i berikut ini: تفصو اعىَ وأ رهظ فهخ رصعك طقف
Assalamu ‘alaikum wr. wb. berjamaah sebagaimana keterangan Al-Baijuri تعاًجنا تَاك رهظ فهخ برغًك
Redaksi Bahtsul Masail NU Online, saya berikut ini:
ingin mengqadha shalat zuhur yang luput. اهتهيضف كنذ مصحت عيو ،تهوركي
Bolehkah saya mengqadha shalat zuhur وىيأًناو وايلإا تيَ فلاتخا رضي لاو فهخ ةادؤيو هسكعو مفَ فهخ ضرفك
dengan bermakmum kepada shalat maghrib SAW:
berjamaah. Mohon keterangannya. Terima يدؤًناو مفُتًناب ضرتفًنا ءادتقا حصيف هسكعو تيضقي
kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Rony/ رهظك ةريصقب تهيىط يفو يضاقناب
Malang). Artinya, “(Bila dua shalat antara shalat imam
سىكعنابو حبصب dan shalat makmum sama) baik jumlah
Jawaban اَهَرَكَذ اَذِإ اَهِّهَصُيْهَف َةاَهَّصنا َيِسََ ٍَْي َلاَق maupun jenisnya seperti sama shalat zhuhur.
يِرْكِرِن َةاَهَّصنا ْىِقَأ{ َلاَق َهَّهنا ٌَِّئ
Assalamu ‘alaikum wr. wb. Artinya, “Perbedaan niat antara imam dan Tetapi kalau hanya berbeda jenis seperti
َف
Penanya yang budiman, semoga Allah makmum tidak masalah. Karena itu, seseorang orang shalat ashar yang bermakmum kepada
SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita yang shalat wajib lalu bermakmum kepada orang shalat zhuhur, atau berbeda model
semua. Seorang Muslim yang meninggalkan orang yang shalat sunah, seseorang yang dan sifat seperti orang shalat maghrib yang
shalat pada waktunya (adâ’an) tetap وىيأًناو وايلإا اتلاص اهيف اقفتا اذإ :هنىق bermakmum kepada orang shalat zhuhur,
shalat tunai lalu mengikuti orang yang mengqadha
Artinya,
shalat, seseorang yang shalat panjang lalu
berkewajiban menunaikannya (qadhâ’an).
SAW: اعىَ افهتخا ٌاف ،ٍيرهظك اعىَو اددع يأ maka shalat jamaah tersebut makruh. Meskipun
bermakmum kepada orang yang shalat pendek
Artinya, ia wajib mengqadha shalat wajib
demikian, keutamaan shalat berjamaah tetap
تفصو اعىَ وأ رهظ فهخ رصعك طقف
yang ditinggalkannya sebagaimana sabda i berikut ini: didapat seperti orang shalat fardhu yang
seperti zhuhur dengan subuh, atau sebaliknya,
تعاًجنا تَاك رهظ فهخ برغًك
Rasulullah SAW: maka semua shalat itu sah,” (Lihat Al- bermakmum kepada orang shalat sunah
Baijuri, Hasyiyatul Baijuri, [Beirut, Darul Fikr:
atau sebaliknya, orang shalat tunai yang
اهتهيضف كنذ مصحت عيو ،تهوركي
اَهَرَكَذ اَذِإ اَهِّهَصُيْهَف َةاَهَّصنا َيِسََ ٍَْي َلاَق tanpa catatan tahun], juz I, halaman 205). bermakmum kepada orang yang mengqadha
فهخ ةادؤيو هسكعو مفَ فهخ ضرفك
Shalat qadha boleh disertakan dengan
وىيأًناو وايلإا تيَ فلاتخا رضي لاو
يِرْكِرِن َةاَهَّصنا ْىِقَأ{ َلاَق َهَّهنا ٌَِّئ َف shalat tunai berjamaah (adâ’an). Shalat zhuhur shalat atau sebaliknya,” (Lihat Abdullah As-
Syarqawi, Hasyiyatus Syarqawi, [Beirut, Darul
هسكعو تيضقي ف
يدؤًناو مفُتًناب ضرتفًنا ءادتقا حصي Fikr: 2006 M/1426-1427 H], juz I, halaman
boleh disertakan dengan shalat wajib atau
رهظك ةريصقب تهيىط يفو يضاقناب
Artinya, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa shalat sunah berjamaah lainnya. 316).
Pada prinsipnya, dua shalat berbeda boleh
Shalat wajib adalah ibadah mulia yang
saja yang lupa akan shalat, hendaklah ia
mengerjakannya ketika ia ingat karena Allah
سىكعنابو حبصب
Artinya, disertakan dalam shalat berjamaah sejauh harus dikerjakan pada waktunya. Shalat
wajib lima waktu merupakan ibadah yang
SWT berfirman, ‘Dirikanlah shalat untuk
kedua shalat itu tidak berbeda gerakan seperti
i berikut ini: antara shalat wajib lima waktu dan shalat tidak boleh dilalaikan. Mereka yang karena
mengingat-Ku,’’” (HR Muslim, Abu Dawud,
An-Nasa’i). gerhana atau shalat jenazah sebagai uzur tertentu tidak sempat mengerjakan shalat
wajib pada waktunya diharuskan untuk
keterangan As-Syarqawi berikut ini:
Pertanyaannya bolehkah seseorang mengqadhanya seketika ia ingat.
mengqadha shalat zuhur dengan bermakmum وىيأًناو وايلإا اتلاص اهيف اقفتا اذإ :هنىق Demikian jawaban singkat kami. Semoga
وىيأًناو وايلإا تيَ فلاتخا رضي لاو
kepada shalat maghrib berjamaah? Seseorang bisa dipahami dengan baik.
boleh mengerjakan qadha zuhur dengan اعىَ افهتخا ٌاف ،ٍيرهظك اعىَو اددع يأ
يدؤًناو مفُتًناب ضرتفًنا ءادتقا حصيف Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,
makmum kepada shalat maghrib atau isya تفصو اعىَ وأ رهظ فهخ رصعك طقف Wassalamu ’alaikum wr. wb.
رهظك ةريصقب تهيىط يفو يضاقناب
سىكعنابو حبصب تعاًجنا تَاك رهظ فهخ برغًك
اهتهيضف كنذ مصحت عيو ،تهوركي
فهخ ةادؤيو هسكعو مفَ فهخ ضرفك
هسكعو تيضقي
Oleh : dr. Fitria Nugraha Aini Dosen Fakultas Kedokteran UNISMA
وىيأًناو وايلإا اتلاص اهيف اقفتا اذإ :هنىق
اعىَ افهتخا ٌاف ،ٍيرهظك اعىَو اددع يأ
Adakah Pengobatan catarak Tanpa Operasi?
تفصو اعىَ وأ رهظ فهخ رصعك طقف
تعاًجنا تَاك رهظ فهخ برغًك
اهتهيضف كنذ مصحت عيو ،تهوركي
Pertanyaan : assalamualaikum wr wb Jawaban : tebal sehingga pada akhirnya hanya dapat
saya ika yang akan menanyakan tentang Waalaikumsalam wr.wb untuk bu ika terima melihat gelap dan terang saja ). Penyebabnya
فهخ ةادؤيو هسكعو مفَ فهخ ضرفك
penyakit ibu saya, ibu saya sudah berusia kasih atas pertanyaannya, Katarak sendiri sangat beragam, mulai usia tua, penyakit
هسكعو تيضقي
65 tahun dan saat ini sudah mulai tidak dapat merupakan kelainan pada lensa mata, yaitu sistemik seperti diabetes millitus, trauma,
melihat jelas, sudah kami bawa kedokter kekeruhan pada lensa sehingga cahaya yang maupun sejak lahir, oleh karena itu macam
dan didiagnosa catarak, apakah ada pengobatan masuk berpencar yang mengakibatkan katarak juga banyak. Pada stadium dini masih
pengelihatan menjadi kabur, dan seiring
catarak yang tidak dioperasi dokter ?
dapat diatasi dengan kacamata, akan tetapi
waktu lensa semakin keruh (katarak semakin kacamata ini akan sering berganti ukuran
14 Majalah Komunitas Sabilillah
Edisi 163 / Mei 2018 / Thn: 07

