Page 7 - Edisi 122 November 2014 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 7

(Bagian 3)



          Ulama yang lain berpendapat bahwa   siknya. Sedangkan al Fara’ berpendapat
        haji mabrur adalah jika sepulang haji   bahwa haji mabrur adalah jika sepulang
        tidak lagi bermaksiat.              haji tidak lagi hobi bermaksiat.
          Dua  pendapat  yang tera-
        khi r te l a h t e rca kup da l a m   Dua pendapat  ini  disebutkan oleh
        pendapat-pendapat  sebelumnya”.     Ibnul ‘Arabi. Menurut hemat kami, haji   Dari Jabir, Rasulullah shallallahu
        Pendapat yang dipilih oleh an Nawawi   mabrur adalah haji yang tidak dikotori   ‹alaihi wa sallam pernah ditanya ten-
        di atas dikomentari oleh Ali al Qori,   oleh maksiat saat melaksanakan ma-  tang haji yang mabrur, jawaban beliau,
        “Inilah pendapat yang paling mendekati   nasik dan tidak lagi gemar bermaksiat   “Suka bersedekah dengan bentuk
        kebenaran dan paling selaras dengan   setelah pulang haji” (Tafsir al Qurthubi   memberi  makan  dan memiliki tutar
        kaedah-kaedah  fiqh.  Namun  meski   2/408).                            kata yang baik” (HR Hakim no 1778,
        demikian  pendapat  ini  mengandung                                     Hakim berkata, “Ini adalah hadits yang
        ketidakjelasan karena tidak ada satupun                                 sanadnya shahih”  dan dinilai hasan
        yang berani memastikan bahwa dirinya                                    oleh al Albani dalam Shahih Targhib
        terbebas dari dosa” (al Dzakhirah al                                    wa Tarhib no 1094).
        Katsirah hal 27, terbitan Maktab Islami                                    Semoga Allah jadikan para jamaah
        dan Dar al ‘Ammar).                 Al Hasan al Bashri berkata, “Haji ma-  haji kita sebagai orang-orang yang ber-
                                            brur adalah jika sepulang haji menjadi   hasil menggapai predikat haji mabrur.
          Al Qurthubi mengatakan, “Para     orang yang zuhud dengan dunia dan   Untuk itu dibutuhkan kesabaran ekstra
        pakar  fiqh  menegaskan  bahwa  yang   merindukan akherat” (al Dzakhirah al   saat melaksanakan rangkaian manasik
        dimaksud haji mabrur adalah haji yang   Katsirah hal 28 dan Tafsir al Qurthubi   dan kesungguhan untuk memperbaiki
        tidak dikotori dengan kemaksiatan pada   4/142 dan 2/408).              diri sepulang pergi haji. (*)
        saat  melaksanakan rangkaian mana-
































                                                                                             Majalah Komunitas Sabilillah
                                                                                      Edisi 122 / November 2014 / Thn: 07  7
   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12