Page 8 - Edisi 165 Agustus 2018 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 8
Suasana ujian sertifikasi
pengajar TPQ binaan
yang tampak serius dan
berkonsentrasi.
Ujian Sertifikasi Pengajar
TPQ Binaan LAZIS Sabilillah
LAZIS Sabilillah dan Forum TPQ Yayasan Sabilillah
LAZIS Sabilillah dan Forum TPQ Yayasan Program ini berawal dari program tahsin tes baca, A ada 14, B ada 14, C ada 12, D
Sabilillah (FORTYS) bekerjasama dengan Al-Qur’an anggota FORTYS. Para pengurus ada 3. Hasil tes tanya jawab, A ada 13, B
Madrasah Al-Qur’an Sabilillah (MQS) kali FORTYS dan LAZIS Sabilillah merasa ada 8, C ada 17, D ada 5. Dari hasil ini akan
pertama mengadakan program Sertifikasi perlu adanya pemetaan kemampuan guru- ditentukan lulus tidaknya peserta mengikuti
Guru TPQ dan akan dijadikan program guru TPQ binaan LAZIS Sabilillah. beberapa tes tersebut.
tahunan. Program ini diadakan di Rumah Kebutuhan inilah yang kemudian menjadi Peserta yang lulus tes dengan kriteria
Yatim Produktif LAZIS Sabilillah, Jl. Ikan dasar diadakannya program ini. Karena tertentu akan mendapatkan sertifikat yang
Piranha Atas 161 A Tanjungsekar Lowokwaru sejak adanya FORTYS ini belum ada wadah disahkan oleh Ketua Yayasan Sabilillah,
Malang pada hari Minggu (9/9/2018). ataupun program yang mampu memetakan KH. Anas Bashori, dan Direktur MQS. Para
Peserta program ini tidak dipungut biaya, kemampuan teori dan praktek guru-guru penguji dalam tes ini sangat kompeten di
namun mendapat fasilitas yang cukup, sehingga TPQ yang tergabung. Sementara masih bidangnya, karena telah menguasai teori
membuat para peserta lebih antusias. Peserta dari segi administrasi TPQ saja yang dapat maupun praktek baca Al-Qur’an menggunakan
yang terdaftar cukup banyak, mencapai 56 dipetakan. metode Bilqolam.
guru, namun ketika pelaksanaan hanya 43 Program ini berjalan lancar dan sukses. Peserta mengikuti program ini dengan
guru yang bisa hadir. Peserta yang tidak bisa Registrasi dibuka jam 8 pagi dan diakhiri penuh semangat, meskipun diliputi ketegangan.
mengikuti program ini sempat menyesal menjelang dzuhur. Diadakan beberapa sesi “Setelah ini ayo diadakan belajar bersama
karena merasa program ini penting dan karena untuk memberi kesempatan peserta di TPQ masing-masing”, kata salah satu
bermanfaat sekali untuk diikuti. yang hadir siang. Berjalan 2 sesi dan setiap peserta yang merasa belum bisa mengikuti
Program ini bermanfaat untuk mengukur sesi ada kuota 20 peserta. Sesi pertama diikuti tes secara maksimal. Hal ini menandakan
kemampuan teori maupun praktek baca Al- 19 orang. Untuk sesi kedua lebih dari kuota adanya indikasi keberhasilan program ini
Qur’an guru-guru TPQ. Selain tahu tingkat karena untuk efisiensi waktu akhirnya diikutkan yang mampu membuat semangat para guru
kemampuan teori dan praktek, beberapa 24 orang. Setiap tes dikemas se-fair mungkin TPQ untuk meningkatkan kemampuannya
guru TPQ juga mendapat wawasan segar agar hasil tes murni kemampuan masing- secara mandiri. Menyikapi semangat guru-
tentang teori-teori yang perlu dikuasai ketika masing. Ada tida tahap tes yang dilalui perserta, guru TPQ ini, LAZIS Sabilillah dan FORTYS
mengajarkan Al-Qur’an, karena ada beberapa diantaranya tes tulis terkait teori tajwid, tes berencana untuk membuat suatu program
dari mereka hanya praktek yang dikuasai, baca, dan tes tanya jawab. yang bisa dijadikan wadah guru-guru TPQ
sedangkan teori tidak begitu banyak dikuasai, Hasil dari beberapa tes ini telah dirilis. meningkatkan kemampuannya dalam
padahal juga penting untuk dikuasai dan Hasil tes tulis berdasarkan kriteria huruf, A memahami maupun mengajarkan teori dan
disampaikan pada santri-santrinya. ada 12, B ada 5, C ada 8, dan D ada 18. Hasil praktek baca Al-Qur’an.
8 Majalah Komunitas Sabilillah
Edisi 165 / Agustus 2018 / Thn: 07

