Page 9 - Edisi 165 Agustus 2018 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 9
(Bagian 3)
Merintis Lembaga Pendidikan “mengerakkan masyarakat dan mencintai
Sebagai seorang santri, waluapun tidak tanah kelahiranya”. Istilah penyebutan
punya modal rupa yang tampan, tetapi santri “Nahdlatul Wathan” sudah ada dan digunakan
itu kuat bedoa kepada Allah SWT. Cita- ulama Nusantara sejak pada tahun 1916 M.
citanya menjadi orang yang bermanfaat bagi
umat, sesuai dengan kemampuanya. Interkasi Kyai Nachrowi dan Ulama
Santri itu, walaupun tidak punya banyak NU-Santara Makkah.
duit, tetapi kuat membaca wirid. Santri itu,
walapun bukan keturunan orang berpangkat, Tidak dipungkiri, ulama-ulama NU-Santara
tetapi santri itu sangat kuat di dalam uruasan yang bermukim di tanah suci telah membangun
tirakat. sebuah jaringan kuat dari semua anak bangsa
Dengan mengandalkan doa, wirid, dan yang belajar di Masjidilharam, khususnya
tirakat, derajatnya di mulyakan Allah SWT. kepada jamaah haji yang datang dari seluruh
Begitulah kira-kira, KH Nachrowi, yang penjuru Nusantara.
memang memiliki segalanya sebagai seorang Mereka mengajarkan kepada jamaah haji
santri yang mumpuni. Apalagi, beliau Nusantara agar benar-benar gigih melawan
merupakan keturunan dari Waliyullah Syekh penjajah Belanda. Wajar, jika kemudian
Thohir Bungkuk. perlawanan terhadap Belanda semakin hari
KH Nahcrowi sepulang dari pesantren di semakin kuat, karena ternyata sumbernya
ambil menantu oleh seorang juragan Kaya dari tanah suci Makkah. 1
dari Jagalan Malang, yang bernama “Kyai Tokoh-tokoh Nusantara, seperti; Kyai
Abdul Hadi”. Dengan berbekal ilmu, dunia Hasyim Asaary, KH Wahab Hasbullah, Kyai
(harta), wanita cantik, serta derajat mengikuti sedang mendalami ilmu. Sidiq, adalah santri dari Syekh Mahfud Al-
dirinya. Setelah bangunan berdiri kokoh. Rupanya, Tirmisi Makkah telah meng-isnpirasi kaum
Rupanya, KH Nahcrowi mampu menyatukan wewenang dan amanat yang diberikan muda waktu untuk untuk melawan penjajah,
ilmu dan harta menjadi satu dalam kebaikan. sepernuhnya kepada KH. Machrowi, sehingga baik melalui pendidikan maupun senjata.
Sambung bergayut, antara menantu dan sang Begawan pendidikan benar-benar Nah, Kyai Nachrowi mewujudkan cita-
mertua memiliki visi dan misi yang sama mengatur dengan sebaik-baiknya citanya melawan penjajah, serta mengajak
di dalam utusan agama, pendidikan dan Oleh yang berilmu, bersih hati dan fikiran masyarakat agar bangkit dengan cara
dakwah. itu selalu memiliki gagasan-gagasa cemerlang mendirikan Madrasah Nahdlatul Wathan
KH Nahrowi memiliki modal ilmu yang yang bersumber langsung dari Allah SWT. untuk masyarakat kota Malang dan sekitarnya,
sangat mumpuni, sementara mertuanya Karena hakekat ilmu itu adalah cahaya, dan selaras dengan organisasi Induknya “Nahdlotul
memiliki modal harta. Keduanya bersinergi cahaya itu bersumber dari Allah SWT, dan Ulama”.
mengapai ridho Allah SWT dengan mendirikan cahaya Allah SWT tidak akan masuk pada Kyai Nahrowi tidak sendirian di Kota
lembaga pendidikan. hati yang keruh, serta pikiran yang kotor. Malang, tokoh-tokoh ulama Malang seperti;
Kyai Abdul Hadi membangun gedung Dalam bahasa tawasuf, orang yang rajin Kyai Badurssalam, Kyai Abdul Mukti juga
untuk lembaga pendidikan di atas tanah membaca wirid, akhirnya melahirkan waridad termasuk tokoh yang semangat dalam
waqof dari Ibu Hj. Maryam. Orang kaya (miracle). Kyai Nachrowi itu tidak pernah pendidikan islam.
bisa masuk surga dengan haratnya, sementara sekolah, tetapi beliau mampu mendirikan Madrasah Muslimin Nahdlatul Wathan
orang ber-mu masuk surga dengan bekal lembaga pendidikan yang baik dan berkualitas (1921), Madrasah Muslimat Nahdlatul Wathan
ilmunya. pada waktu itu. Bukankah itu yang dinamakan (dirintis sejak tahun 1924), dan Hollandsch
Lembaga pendidikan itu di bagun untuk “karamah”. Inlandsch School (HIS) Nahdlatul Oelama
kepentingan madrasah, tepatnya di Jagalan, Pada tahun 1921, Kyai Nachrowi Thohir (1939) di daerah Jagalan-Sawahan.
tidak jauh dari kediaman Kyai Nahcrowi. memberi nama Madrasah Muslimin yang Bersambung ke halaman 19
Dengan begitu, Kyai Nachrowi bisa wira di beri nama “Nahdlatul Wathan”. Dari
wiri dari rumahnya untuk mengawasi langsung namanya saja bisa ditebak, bahwa Kyai 1 Abdul Adzim. Kiprah Ulama NU-Santa-
pembangunan, serta santri-santrinya yang Nachrowi itu memiliki tujuan mulia yaitu ra di tanah suci, 2014
Majalah Komunitas Sabilillah 9
Edisi 165 / Agustus 2018 / Thn: 07

