Page 5 - Edisi 101 Januari 2013 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 5
Rapat Kerja LAZIS 2012 - 2013, Ber-
jalan dengan suasana santai dan hangat. Kolom Utama
Tampak Prof. Dr. H.M. Mas’ud Said me-
mimnpin langsung jalannya rapat
Membangun Kultur Sabilillah
BEBERAPA hari sebelum tahun Prof. Dr. M. Mas’ud Said, MM diri untuk menyumbang, budaya
2012 ditutup, tepatnya di minggu positif membangun dan mengem-
terakhir Desember lalu personel (Ketua Bidang III Yayasan Sabilillah) bangkan diri itu sudah harus
LAZIS mengadakan pertemuan Sabilillah sebetulnya adalah “seorang secara organisasional menjadi menyertai diri orang orang dalam
penting. Dikatakan penting, karena anak”. LAZIS adalah anak tertua bagian dari Payung Yayasan Sabi- Yayasan dan juga menjadi kultur
baru hari itu personnel LAZIS bisa yang sedang tumbuh. Anak dari lillah setara dengan Ketakmiran organisasi. Tokoh ahli organisasi
berkumpul bersama dalam jumlah Yayasan Sabilillah Bidang III. Sauda- dan LPI Sabilillah. LSE Sabilillah bernama Warren Bennis mengi-
yang besar, bahkan yang paling ra saudaranya ialah SMS (Sabilillah adalah induk LAZIS. LSE lah yang syaratkan bahwa “organisasi bakal
lengkap sejak LAZIS berdiri 6 tahun Medical Services), Koperasi Sabilil- bertanggung jawab atas kemajuan tumbuh dan survive manakala
lalu. Pertemuan itu serasa istimewa lah, Unit Penitipan Anak Sabilillah, unit unit di bidang masing masing. pemimpin dan pengelola organ-
karena rombongan menggagas Madrasatul Qur’an Sabilillah dan Untuk mengemban tugas yang isasi menganggap dirinya nahkoda
sebuah pertemuan: perombakan unit lain dibawah Yayasan Bidang berat dan besar. Untuk tugas ke kapal”. Nahkoda, menurut Warren
organisasi dan penancapan kultur III. Karena perhatian yang kuat dari depan yang tidak ringan maka LSE Bennis harus tahu dimana posisi
organisasi. pengurus Yayasan Bidang III dan dan LAZIS harus bekerja ekstra kapalnya, harus paham kemana
Pertemuan itu serasa istimewa, pertumbuhannya yang cukup pesat, keras dengan kesungguhan, pro- arah angin dan juga bagaimana
karena bertempat di property milik dan aset asetnya maka dia seakan gresifitas tinggi dan keiklasan bak karakteristik penumpang dan ke-
pengurus LAZIS yang selama ini kita menjelma “anak yang dianggap malaikat dan kesanggupan untuk mana arah kapal ini akan terus dan
tidak pernah tahu. Bertempat di Villa sebagai bapak”, atau ranting yang mengantisipasi masa depan khu- terus berlayar” .
milik orang LAZIS dengan hidangan dianggap sebagai batang. susnya tuntutan pasar dan persain- Tasyakkur Alalllah: pada per-
dan view yang sangat istimewa - Sesungguhnya, tidak ada yang gan yang amat ketat. Dibutuhkan temuan akhir Desember itu kami
serasa berada di luar negeri atau salah kalau LAZIS seakan identik kultur Sabilillah: kultur perjuangan sudah dan sedang mempelajari
serasa menjadi turis Belanda yang dengan bidang III Yayasan Sabilil- dan kejuangan yang agung, kul- kekurangan dan potensi diri LA-
dulu suka mencari tempat yang lah, sebab ia menghidupi dirinya tur kerja keras dengan standard ZIS Sabilillah. Kami sudah men-
tinggi di lereng gunung dengan sendiri sekaligus menghidupi sub dan capaian yang terukur. Kultur gakui ada sesuatu yang harus
suhu udara dan air yang dingin serta sub bidang yang lain, saudara kemajuan, anti kemandegan, anti diperjuangkan untuk dikerjakan.
bersih-, membuat peserta sangat saudaranya yang lain di bidang kejumudan berfikir. Kultur pengab- Menangisi sesuatu kekurangan
kerasan melakukan pembahasan Sosial Ekonomi Sabilillah. Bah- dian yang kuat terhadap organisasi tiada guna. Bergunjing itu tak
secara marathon. kan sinerginya serta personelnya dan visi misi organisasi Sabilillah. ada manfaatnya, ayo kita kerjakan.
Iklim dan tempat pertemuan ikut memperkuat Yayasan di bi- Kultur Sabilillah ini bisa dilihat Tasyakkur Alallah kami sedang
yang kondusif itu turut mendorong dang lain. Ia menjadi team work dalam sosok beberapa tokoh sentral menuliskan ghirah dalam berbagai
membuncahnya tekad untuk men- yang memperkuat atau mengisi Sabilillah seperti KH Masjkur, KH. M. naskah, termasuk panduan Zakat,
cari sesuatu: Kultur organisasi yang kekurangan kekurangan di bidang Tholchah Hasan dan tim beliau saat Infaq Sadaqoh Sabilillah. Belasan
positif yang berciri LAZIS Sabilillah lain yang juga sedang tumbuh. masa masa sulit mendirikan masjid surat dan kertas kerja akan me-
dan bercitra Sa bilillah. Perte- Dengan kata lain, LAZIS dan per- secara fisik. Bagaimana mengor- ngawal kultur Sabilillah. Karena
muan itu sesungguhnya mencari sonel LAZIS adalah pengembara bankan kepentingan pribadinya tanpa “panduan berlayar” kita akan
jati diri. Sekaligus mencari jalan yang saleh. Memberi siapa saja untuk kemaslahatan yang lebih terobang ambing ditengah lautan.
yang terbaik dengan memba- yang butuh air, sambil ia sendiri luas, tentang cerita bagaimana surat Namun panduan saja tidak cukup.
ngun kebersamaan, membangun mencari air untuk minum. surat berharga mereka “digadaikan” Kertas kerja tak aka ada gunanya.
Standard Operating Procedures Maka dalam pertemuan penting untuk bisa meminjam uang di bank Harus dengan kerja keras, dan
dan peningkatan capaian kongkrit itu posisi LAZIS ditemukan, LAZIS agar pembangunan masjid Sabilillah kerja cerdas, serta kerja ikhlas.
dimasa uyang akan datang. Dan menemukan jatidirinya bahwa ia tidak berhenti. Bagaimana hari hari, Jangan menggerutu, jangan
al hasil pertemuan itu akhirnya adalah mentor bagi saudara sauda- minggu dan beberapa usia beliau keluh kesah. Laa tahzan, Innal-
menemukan siapa LAZIS, harus ranya lain yang sedang tumbuh diluangkan untuk meyakinkan ma- laha maana. Toh, dengan model
kemanakah LAZIS dengan cara dan akan menjadi bagian penting syarakat bahwa yang beliau beliau kepemimpinan sebelumnya LAZIS
apa dan target apa saja yang bisa dari Lembaga Sosial Ekonomi Sabi- bangun ini akan berarti bagi generasi survive dan ada positif progress
dan harus dicapai LAZIS Sabilillah lillah. Maa Huwa Lembaga Sosial berikutnya. selama 6 tahun berturut turut. Tapi
pada tahun 2013 dan seterusnya. Ekonomi Sabilillah atau LSE Sabi- Kultur Sabilillah yaitu semangat kita ingin lebih baik lagi. Kita ingin
Selama ini, keberadaan LAZIS lillah ?. Ia tak lain dan tak bukan kejuangan, budaya memberi, se- lebih maju lagi.
dalam struktur bidang III Yayasan adalah Yayasan Bidang III yang mangat berkontribusi, kecintaan Semoga. (*2013)
Majalah Komunitas Sabilillah
Edisi 101 / Januari 2013 / Thn: 06 5

