Page 6 - Edisi 101 Januari 2013 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 6

Ekonomi Islam




                    Kenapa Kita Mesti Berbisnis?




        ASSALAMUALAIKUM  wr.  Wb.  Saya    transaksi yang spekulatif, kare-               tidak akan datang dengan sendiri.
      seorang  pebisnis  yang  akhir-akhir  ini  mulai   na dapat berakibat merugikan     Harus  ada  upaya  untuk  mem-
      belajar agama Islam beserta pokok-pokok aja-  salah  satu  fihak.  Misalnya  la-    perolehnya,  harus  ada  gerakan
      rannya. Yang masih mengganjal saya, selama   rangan transaksi tanah dengan          untuk memanfaatkannya. Surat Al
      dalam  proses  belajar  ini  yang  saya  peroleh   cara melempar batu, larangan     Jumu’ah ayat sepuluh (10) bahkan
      banyak hal tentang kewajiban manusia untuk   menghambat  informasi  salah           secara  tegas  memerintah-kan
      beribadah  yang  pokok,  seperti  sholat  lima   satu  fihak  sebelum  masuk        manusia untuk berusaha “Setelah
      waktu, haji dan lain sebagainya. Padahal saya   pasar,  dan  lain  sebagainya.      ditunaikan  sholat  jum’at,  maka
      juga ingin mencari pandangan atas usaha yang   Pada  zaman  Rasulullah  saw,        bersegeralah menyebar di muka
      telah  saya  lakukan  selama  ini.  Terima  kasih   orang biasa berbelanja setelah   bumi ini dan carilah karunia Allah
      sebelumnya  atas  jawaban  yang  diberikan.   sholat  di  Masjid,  sehingga  ti-    swt”. Tentu dengan cara masing-
      Wassalamualaikum wr. Wb. Supandi – Malang.  dak  heran  kalau  di  sekitarnya       masing orang mencari karunia Al-
                                           ada pasar kaget setelah sholat   O L E H :     lah swt. Ada yang bekerja sebagai
        Bapak Supandi yang saya hormati. Sungguh   jama’ah fardlu.. Bahkan sampai         karyawan, ada yang jadi petani,
      saya bahagia dan bangga kepada Bapak yang   sekarangpun  kebiasaan  terse-  NOOR SHODIQ  ada yang jadi guru atau dosen dan
      ingin  belajar  banyak  tentang  ajaran  Islam,   but  masih  terlihat  di  sekitar   ASKANDAR  ada juga yang jadi pengusaha.
      disaat banyak yang sudah merasa cukup den-  Masjid Al Haram di Makkah dan   DEKAN FAK. EKONOMI
      gan apa yang diketahuinya. Bahkan terkadang   Masjid  Al  Nabawi  di  Madinah   U N I S M A  Ketiga,  setelah  melakukan
      merasa cukup juga ibadahnya, sehingga tidak   Al  Munawwaroh.  Para  Ulama’         upaya secara optimal, kita harus
      merasa perlu meningkatkan amal ibadah yang   dalam menyebarkan ajaran Islam, juga banyak   tahu bahwa hakekat manusia adalah berusaha
      dilakukan. Padahal ilmu Allah swt sangatlah   melalui jalur perdagangan, seperti yang dilaku-  dan Allah swt jualah yang akan menentukan
      luas.  Semakin  didalami,  makin  jauh  kedala-  kan oleh wali songo. Hal lain, dalam berusaha    keberhasilan  /  ketidakberhasilan.  Tetapi  kita
      mannya,  bahkan  tak  terbatas.  Begitu  juga   terdapat beberapa ayat Al Qur’an yang secara   juga tidak perlu takut, karena Allah swt juga
      semakin kita fahami, makin merasa kecil kita   sederhana dapat kita jadikan rujukan kenapa   telah menjanjikan ‘bahwa barang siapa yang
      dihadapan  Allah  swt.  Ibarat  setitik  air  yang   kita mesti berbisnis.  bertawakkal  kepada  Allah  swt,  maka  Allah
      dimasukkan ke hamparan laut, pasti tidak akan                              swt  juga  yang  akan  mencukupi  segala  ke-
      terasa dampaknya.                       Pertama,  ayat  yang  menunjukkan  bahwa   butuhannya’.  Atas  ini  tidak  beralasan,  kalau
                                           ‘bumi,  laut  dan  segala  isinya  diperuntukkan   kita gagal mesti menyalahkan dzat pencipta,
        Berkaitan  dengan  usaha,  ada  banyak  fir-
      man Allah swt yang mengajarkan “Dihalalkan   bagi  sebesar-besarnya  kemakmuran  ummat     dan baru merasa bersyukur kalau usaha yang
                                           manusia’. Ayat lain juga menggambarkan janji
                                                                                 dilakukan  memperoleh  sebagaimana  yang
      jual beli dan diharamkan riba”. Dalam bahasa   Allah swt “bahwa segala yang melata di muka   diinginkan.
      Arab  “bai’”  berarti  “jual”,  akan  tetapi  ini  di-  bumi ini telah ditentukan oleh Allah swt rizqinya
      maknai “jual beli”. Ini berarti sejak dulu telah   masing-masing”. Dengan demikian, seharusnya   Mas Supandi yang saya hormati, semoga
      digambarkan,  bahwa  ‘perekonomian  akan   tidak ada yang kelaparan, tidak ada yang tidak   ini semua menjadi pembelajar bagi kita. Islam
      jalan kalau ada jual beli’ atau dalam bahasa   memperoleh rizqi dari Allah swt.  adalah  agama  yang  lengkap  dan  sempurna
      lain perekonomian akan dapat berjalan dengan                               dalam memberikan pedoman hidup (aqidah,
      baik, kalau terjadi transaksi antara penjual dan   Kedua, Allah swt telah berfirman “bahwa   syari’ah dan ahlaq). Dalam ajaran Syari’ah ada
      pembeli. Banyak pula hadits Rasulullah yang   sesungguhnya Allah swt tidak akan merubah   pembahasan  tentang  mua’malah  dan  dalam
      mencontohkan dan menjelaskan amal usaha   nasib  suatu  kaum,  kecuali  kaum  itu  mau   mu’amalah pula terdapat ajaran tentang bisnis.
      yang baik yang bermanfaat bagi semua fihak   merubahnya”.  Ini  merupakan  peringatan,   Semoga ini bermanfaat menambah pengeta-
      yang  bertransaksi.  Rasulullah  saw  melarang   bahwa walaupun rizqi sudah dijanjikan, tetapi   huan kita semua, amin. Wallohua’lam bissowab


































    6      Majalah Komunitas Sabilillah
           Edisi 101 / Januari 2013 / Thn: 06
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11