Page 7 - Edisi 101 Januari 2013 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 7
Minuril Islam
Businessman Yang Dijamin
Masuk Surga
O l e h :
M. Anas Basori
ABDURRAHMAN BIN AUF
ACAPKALI ketika kita membaca kak.” Orang itu langsung menemui
tentang seorang tokoh bisnis, otak Abdurrahman bin Auf dan menceri-
kita mengarah kepada nama-nama takan apa yang didengarnya dari
seperti Donald Trump, Bill Gates, Sayyidah Aisyah. Mendengar hal itu,
Warren Buffet, Syed al Bukhari ,Tan ia pun bergegas menemui Sayyidah
Sri Azman Hashim dan banyak lagi. Aisyah. “Wahai Ummul Mukminin,
Kita tahu seperti Donald Trump apakah ibu mendengar sendiri
terkenal dengan kebijaksanaan- ucapan itu dari Rasulullah?” “Ya,”
nya dalam berbisnes, tetapi kita jawab Sayyidah Aisyah. “Seandainya
tahu pula dia terkenal dengan aku sanggup, aku ingin memasuki
keegoannya. surga dengan berjalan. Sudilah ibu
Mari kita melihat sejenak sosok menyaksikan, kafilah ini dengan
Businessman Muslim pada masa seluruh kendaraan dan muatannya
Rasulullah yang begitu banyak sep- kuserahkan untuk jihad fi sabilillah.”
erti kita tahu nama Khalifah Umar Sejak mendengar bahwa dirinya
bin Khattab, seorang saudagar dijamin masuk surga, semangat
nomor 1 di zamannya, termasuk berinfak dan bersedekahnya makin
Abdurrahman bin Auf. meningkat. Tak kurang dari 40.000
Abdurrahman bin Auf bin Harits, dirham perak, 40.000 dirham
termasuk kelompok delapan saha- emas, 500 ekor kuda perang, dan
bat yang mula-mula masuk Islam. 1.500 ekor unta ia sumbangan
Ia termasuk sepuluh orang sahabat untuk peruangan menegakkan
yang dijamin masuk surga oleh absen dalam setiap peperangan “Adakah engkau tinggalkan uang panji-panji Islam di muka bumi.
Rasululah. Selain itu, ia juga ter- yang dipimpin Rasulullah. Suatu belanja untuk keluargamu?” Mendengar hal itu, Sayyidah Ai-
masuk enam orang sahabat yang hari, Rasulullah SAW berpidato Abdurrahman menjawab, “Ada, ya syah mendoakan, “Semoga Allah
bermusyawarah dalam pemilihan membangkitakn semangat jihad Rasulullah. Mereka saya tinggalkan memberinya minum dengan air
khalifah menggantikan Umar bin dan pengorbanan kaum Muslimin. lebih banyak dan lebih baik daripada dari telaga Salsabil (nama sebuah
Khaththab. Ia adalah seorang mufti Beliau berkata, “Bersedekahlah yang saya sumbangkan.” “Berapa?” telaga di surga).”
yang dipercaya Rasulullah untuk kalian, karena saya akan mengirim Tanya Rasulullah. Abdurrahman Menjelang akhir hayatnya,
berfatwa di Madinah. pasukan ke medan perang.” menjawab, “Sebanyak rizki, ke- Abdurrahman pernah disuguhi
Abdurrahman bin Auf masuk Mendengar ucapan itu, Abdur- baikan, dan upah yang dijanjikan makanan oleh seseorang — pa-
Islam sebelum Rasulullah SAW rahman bin Auf bergegas pulang Allah. ” Subhanallah. Sejak itu, rizki dahal ia sedang berpuasa. Sambil
melakukan pembinaan di rumah dan segera kembali ke hadapan yang dijanjikan Allah terus mengalir melihat makanan itu, ia berkata,
Arqam bin Abil Arqam, kira-kira Rasulullah. “Ya, Rasulullah, saya bagaikan aliran sungai yang deras. “Mush’ab bin Umair syahid di
dua hari setelah Abu Bakar masuk mempunyai uang empat ribu. Dua Abdurrahman bin Auf kini telah medan perang. Dia lebih baik
Islam. Ketika hijrah ke Madinah, ribu saya pinjamkan kepada Allah, menjadi orang terkaya di Madinah. daripada saya. Waktu dikafan, jika
Abdurrahman bin Auf dipersauda- dan sisanya saya tinggalkan untuk Suatu hari, iring-iringan kafilah kepalanya ditutup, maka kakinya
rakan dengan Sa’ad bin Rabi’ keluarga saya,” ucap Abdurrahman. dagang Abdurrahman bin Auf yang terbuka. Dan jika kakinya ditutup,
Al-Anshari, salah seorang kaya Lalu Rasulullah mendoakannya agar terdiri dari 700 ekor unta yang kepalanya terbuka. Kemudian
yang pemurah di Madinah. Abdur- diberi keberkahan oleh Allah SWT. dimuati bahan pangan, sandang, Allah membentangkan dunia ini
rahman pernah ditawari Sa’ad Ketika Rasulullah SAW mem- dan barang-barang kebutuhan pen- bagi kita seluas-luasnya. Sung-
untuk memilih salah satu dari butuhkan banyak dana untuk duduk tiba di Madinah. Terdengar guh, saya amat takut kalau-kalau
dua kebunnya yang luas. Tapi, menghadapi tentara Rum dalam suara gemuruh dan hiruk-pikuk, pahala untuk kita di segerakan
Abdurrahman menolaknya. Ia perang Tabuk, Abdurrahman bin sehingga Sayyidah Aisyah (istri Ra- Allah di dunia ini.” Setelah itu,
hanya minta kepada Sa’ad di- Auf menjadi salah satu pelopor sulillah) bertanya kepada seseorang, ia menangis tersedu-sedu.
tunjuki lokasi pasar di Madinah. dalam menyumbangkan dana. Ia “Suara apakah itu?” Orang itu men- Abdurrahman bin Auf wafat den-
Sejak itu, Abdurahman bin Auf menyerahkan dua ratus uqiyah jawab, “Iring-iringan kafilah dagang gan membawa amalnya yang
berprofesi sebagai pedagang dan emas. Melihat hal itu, Umar bin Abdurrahman.” banyak. Saat pemakamannya,
memperoleh keuntungan yang Khathab berbisik kepada Rasulullah Sayyidah Aisyah berkata, “Semo- Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib
cukup besar. Omset dagangannya SAW, “Agaknya Abdurrahman ga Allah melimpahkan berkah-Nya berkata, “Anda telah mendapat
pun makin besar, sehingga ia dike- berdosa, dia tidak meninggalkan kepada Abdurrahman di dunia dan kasih sayang Allah, dan anda telah
nal sebagai pedagang yang sukses. uang belanja sedikit pun untuk akhirat. Saya mendengar Rasulullah berhasil menundukan kepalsuan
Tapi, kesuksesan itu tak mem- keluarganya.” Maka, Rasulullah pun bersabda bahwa Abdurrahman bin dunia. Semoga Allah senantiasa
buatnya lupa diri. Ia tak pernah bertanya kepada Abdurrahman, Auf masuk surga dengan merang- merahmati anda. Amin.”
Majalah Komunitas Sabilillah
Edisi 101 / Januari 2013 / Thn: 06 7

