Page 292 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 292

Bab 4 Gaya




                         Koefisien viskositas udara adalah 0,00018 Pa s.




                         Jawab

                         Jari-jari bola r = 70 cm/2 = 35 cm = 0,35 m. Kelajuan bola v = 112 km/jam
                         =  112.000  m/3.600  s  =  31  m/s.  Gaya  gesekan  benda  berbentuk  bola
                         memenuhi persamaan (4.54),    yaitu



                                 F  6  rv




                                  = 6  3,14  0,00018  0,35  31 = 0,04 N



                         Nilai ini sangat kecil. Itulah sebabnya gaya hambat oleh udara pada bola
                         atau benda lain yang bergerak di udara dengan laju yang tidak terlampau
                         besar sering diabaikan.




                         Gaya Angkat Pada Pesawat

                                   Apa  yang  menyebabkan  pesawat  yang  berlari  di  landasan  bisa
                         terbang saat lepas landas? Padahal saat itu kecepatan pesawat di landasan
                         belum terlalu besar. Kecepatan pesawat di landasan saat akan lepas landas
                         sekitar  150  knots  atau  280  km/jam  sedangkan  saat  terbang  di  posisi
                         tertinggi (cruising) kecepatan pesawat antara 800 – 900 km/jam. Bahkan
                         ada pesawat yang mencapai kecepatan mendekati 1.000 km/jam (Pesawat
                         Boeing 747-400 memiliki kecepatan maksimum 978 km/jam). Jawabannya
                         adalah karena adanya gaya angkat udara pada sayap dan bagian bawah
                         body pesawat.

                                Saat  akan  meninggalkan  landasan,  posisi  pesawat  agak  miring.
                         Sudut kemiringan standar saat pesawat lepas landas  adalah 10 . Bagian
                                                                                                o
                         depan sedikit menghadap ke atas. Udara mengalir dari depan (sebenarnya
                         udara diam, pesawat yang bergerak ke depan) membelok ke arah bawah
                         akibat pemantulan oleh sayap pesawat dan bagian bawah body (Gambar
                         4.30). Udara yang membelok ke bawah menghasilkan gaya angkat ke atas,
                         sehingga pesawat perlahan-lahan bergerak naik.


                                Kalian  dapat  mendemonstrasikan  peristiwa  serupa  dengan


                                                            278
   287   288   289   290   291   292   293   294   295   296   297