Page 424 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 424

Bab 5 Kerja dan Energi




                         bergerak  (berputar  terhadap  titik  tumpu)  dan  masing-masing  menahan
                         gaya. Kita mulai dengan membahas pengungkit yang memiliki titik tumpu
                         di  tengah,  seperti  diilustrasikan  pada  Gambar  5.30.  Gambar  tersebut
                         mengilustrasikan perputaran pengungkit serta gaya-gaya yang bekerja.

                                Kita misalkan ujung lengan penggerak ditarik ke bawah dengan gaya
                         F2. Akibat adanya gaya tersebut maka ujung lengan penggerak turun sejauh
                         x2.  Dengan  demikian,  kerja  yang  kita  lakukan  adalah  W2  =  F2  x2.
                         Akibatnya  turunnya  ujung  lengan  penggerak  maka  lengan  beban
                         mengerjakan  gaya  ke  atas  pada  beban  sambil  berpindah  sejauh  x1.
                         Misalkan gaya yang dilakukan ujung lengan beban adalah F1 maka kerja
                         yang dilakukan oleh lengan beban adalah W1 = F1 x1. Yang dilakukan pada
                         saat mengungkit adalah mentransfer kerja di lengan penggerak ke lengan
                         beban. Dengan demikian



                                Kerja yang kita lakukan di lengan penggerak = kerja yang dilakukan
                                lengan beban ke benda




                                atau

                                            F  x   F x                                     (5.83)
                                             2
                                                        1
                                                     1
                                                2

                                Perhatikan  segitiga  yang  dibentuk  oleh  ujung  lengan  penggerak
                         sebelum dan sesudah diputar dengan titik tumpu. Segi tiga ini sebangun
                         dengan segitiga yang dibentuk oleh dua ujung lengan beban dengan titik
                         tumpu.  Dengan  demikian  berlaku  hubungan               x 1  / L    x 2  / L   atau
                                                                                         1
                                                                                                  2
                                       
                           x   (L 1 / L 2 ) x .  Substitusi  ke  dalam  persamaan  sebelumnya  diperoleh
                                         2
                            1
                                           
                          F  x   F 1 (L 1 / L 2 ) x   atau dapat disederhanakan menjadi
                           2
                                              2
                              2

                                 F 2 L   F 1 L                                               (5.84)
                                           1
                                    2

                         Tampak dari persamaan (5.84) jika L2 > L1 maka F2 < F1. Makin besar F2
                         dibandingkan dengan F1 maka makin kecil F2 dibandingkan dengan F1. Jadi,
                         agar  mudah  mengangkat  benda-benda  yang  berat  maka  kita  gunakan
                         lengan penggerak yang beberapa kali lebih panjang dari lengan beban.



                                                            410
   419   420   421   422   423   424   425   426   427   428   429