Page 538 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 538
Bab 7 Osilasi
molekul. Jadi, berdasarkan intensitas cahaya inframerah yang menembus
molekul maka kita akan tahu ikatan apa saja yang dimiliki molekul tersebut.
Dari jenis ikatan yang dimiliki maka kita akan tahu jenis molekulm apa yang
sedang kita ukur. Inilah prinsip yang digunakan dalam spektrometer
inframerah (Gambar 7.24).
Tabel 7.1 Frekuensi osilasi sejumlah ikatan antar atom
Jenis ikatan Frekuensi osilasi ( Jenis ikatan Frekuensi osilasi (
10 Hz) 10 Hz)
13
13
Ikatan N - H 9,9 – 11,1 Ikatan C - H 9,03 – 9,9
Ikatan C = O 4,9 – 5,22 Ikatan C - N 3,1 – 4,02
Ikatan C = N 6,7 – 6,8 Ikatan C - O 3,0 – 3,78
Ikatan O - H 7,5 – 1,07 Ikatan C - F 3,0 – 4,2
Ikatan C = C 6,3 - 6,8 Ikatan N - O 4,04 – 4,16 dan
4,55 – 4,68
Gambar 7.24. Contoh spektrometer inframerah. Prinsip kerja alat ini adalah menembakkan sinar inframerah ke
material. Cahaya inframerah yang lolos dideteksi. Cahaya yang lolos memiliki intensitas yang bervariasi: ada yang
tetap tinggi dan ada yang sangat lemah. Intensitas yang sangat lemah menunjukkan bahwa pada frekuensi tersebut
telah terjadi penyerapan oleh molekul karena terjadinya resonansi dengan osilasi ikatan molekul. Dari informasi ini
dapat diketahui jenis ikatan apa yang ada. Dan pada akhirnya dapat diketahui jenis molekul yang ada
(www.shimadzu.com).
Karena data frekuensi alamiah osilasi molekul sudah diukur dan
ditabelkan maka dengan melihat data yang ada kita segera mengetahui ikatan-
ikatan yang ada dalam material yang sedang diukur. Sebagai contoh, Gambar
7.25 adalah spektrum absorpsi inframerah molekul air. Jika kita mengukur
spektrum inframerah zat dan didapat kurva seperti pada Gambar 7.25 maka
dapat dipastikan bahwa zat tersebut adalaha ir atau mengandung banyak air.
524

