Page 617 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 617
Bab 8 Gravitasi
Pergantian hari dalam kalender Masehi terjadi jam 24.00
sedangkan pergantian hari dalam kalender hijriyah terjadi saat matahari
terbenam. Panjang satu bulan dalam kalender masehi mengalir begitu saja.
Jika tanggal satu Januari sudah tertentu maka tanggal pergantian
bulan-bulan lainnya mengikuti. Pada kalender hijriyah pergantian bulan
selalu ditandai dengan posisi konjungsi. Jika sebelum matahari terbenam
telah terjadi konjungsi (bulan dan matahari berada pada bidang bujur
bumi yang sama) maka begitu masuk magrib kita masuk bulan berikutnya.
Misalnya saat ini kita sedang berada di bulan Muharram dan jam 2 siang
terjadi konjungsi maka saat magrib kita masuk bulan Safar. Gambar 8.22
adalah ilustrasi bulan-bulan dalam kalender hijriyah dan peristiwa
konjugsi sebagai batas antar bulan berurutan.
8.19 Hisab dan Rukyat
Dalam Islam, Tuhan memerintahkan pelaksanaan puasa pada
bulan Ramadhan, Idul Fitri pada 1 Syawal, dan haji pada 10 Zulhijjah.
Karena waktu yang diperintahkan sudah ditetapkan maka umat Islam
perlu menentukan dengan teliti waktu tersebut. Kapan tepatnya masuk 1
Ramadahan, 1 Syawal, dan 10 Zulhijjah. Yang dilakukan adalah
menentukan dengan pasti terjadinya konjungsi saat memasuki 1
Ramadahan, saat memasuki 1 Syawal, dan saat memasuki 1 Zulhijjah.
Penentuan tersebut dapat dilakukan melaui pengamtan posisi bulan dan
matahari menjelang atau beberapa saat setelah konjungsi. Pengamatan
langsung dapat dilakukan dengan mata telanjang, teropong atau alat
bantu lainnya. Pengamatan semacam ini dikenal dengan rukyat. Peristiwa
konjungsi sendiri dinamakan ijtimak.
Apa sebenarnya yang diamati? Yang diamati adalah penampakan
bulan sabit sangat tipis saat matahari terbenam. Karena bulan sabit
sangat tipis (bulan baru yang baru memasuki usia beberapa jam)
sedangkan di sekitar horison masih ada matahari yang cahayanya jauh
lebih silau maka bulan sering kali sulit diamati. Apalagi umur bulan baru
masih sangat muda. Kemunculan bulan sabit tipis saat matahari
terbenam dinamakan hilal.
Cara lain untuk menentukan ijtimak atau konjugsi adalah dengan
perhitungan. Perhitungan dapat dilakukan sengan mudah dan diperoleh
hasil yang sangat akurat. Metode perhitungan dinamakan hisab.
Sebagian umat Islam memandang rukyat lebih utama dan
sebagian memandang hisab lebih utama. Jika berdasarkan perhitungan
(hisab) didapatkan bahwa sebelum matahari terbenam sudah terjadi
ijtimak (konjugsi) maka begitu masuk magrib kita memasuki perhitungan
bulan yang baru. Malam hari sudah menggunakan perhitungan bulan
604

