Page 671 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 671

Bab 9 Benda Tegar dan Elastisitas




                          atau dalam notasi skalar




                                      r 1 F 1 sin
                                    1
                                                1


                                      r 2 F 2 sin
                                                2
                                    2


                                      r i F sin 
                                    i
                                          i
                                               i


                          Momen gaya total yang dihasilkan oleh semua gaya adalah



                                                
                                     1  2   ... i   ...                              (9.15)



                          9.7 Hukum II Newton untuk Rotasi Benda Tegar


                                   Serupa dengan ungkapan hukum II Newton untuk gerak translasi,
                                       
                          yaitu  F   m a ,  maka  untuk  gerak  rotasi,  hukum  II  Newton  dapat
                          diungkapkan  dalam  bentuk  yang  sangat  serupa.  Yang  harus  dilakukan
                          pertama kali adalah mencari momen gaya total yang bekerja pada system
                          benda yang akan kita tentukan persamaan geraknya. Jika momen inersia
                          diketahui maka hukum II Newton adalah



                                       
                                       I                                                   (9.16)


                                                                            
                          dengan  I  momen  inersia  sistem  benda  dan     percepatan  sudut  rotasi.
                          Persamaan  (9.16)  merupakan  ungkapan  hukum  II  Newton  untuk  gerak
                          rotasi yang bentuknya sangat mirip dengan ungkapan hukum yang sama
                          untuk gerak translasi.

                                   Namun perlu dicatat bahwa persamaan untuk momen gaya jauh
                          lebih  rumit  dari  persamaan  (9.16)  karena  sebenarnya  momen  inersia

                                                            658
   666   667   668   669   670   671   672   673   674   675   676