Page 740 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 740

Bab 10 Fluida















                 h 1                h 2          h 3



                                                       
                          A              B               C


               Gambar 10.9. Fluida dimasukkan ke dalam bejana berhubungan. Mulut bejana memiliki ukuran yang berbeda-beda.
               Apakah ketinggian permukaan fluida berbeda-beda atau sama?


                              Perhatikan garis horisontal tepat di dasar semua pipa vertikal. Tekanan
                       hidrostatis di titik A, B, dan C adalah PA = gh1, PB = gh2, dan PC = gh3. Jika
                       salah  satu  tekanan  lebih  besar  dari  yang  lain  maka  tekanan  tersebut
                       mendorong fluida ke lokasi yang bertekanan rendah. Jadi akan terjadi aliran
                       fluida dari lokasi yang bertekanan tinggi ke lokasi yang bertekana rendah. Ini
                       bertentangan dengan sifat zat cair statis yang diam. Jadi, agar fluidatetap diam
                       maka  tekanan  di  A,  B,  dan  C  harus  sama.  Ini  hanya  mungkin  terjadi  jika
                       ketinggian fluida pada semua pipa tegak sama (h1 = h2 = h3). Kesimpulan kita
                       adalah:



                         Ketinggian permukaan fluidastatis dalam bejana berhubungan selalu sama.



                       Ketinggian Dorongan pada Fluida

                              Jika  kita  memberikan  tekanan  pada  fluida  malalui  kolom  atau  pipa,
                       berapa ketinggian fluidayang dapat dihasilkan?

                              Jika  di  permukaan  atasfluidaadalah  ruang  hampa(Gambar  10.10  kiri)
                       maka tekanan dorong dari bawah mengangkat zat cair sehingga fluida dalam
                       pipa  menghasilkan  tekanan    hidrostatis  yang  persis  sama  dengan  tekanan
                       dorong dari bawah. Persamaan yang depenuhi adalah P = gh1 atau



                                   P
                              h    g                                                         (10.10)
                               1



                                                             727
   735   736   737   738   739   740   741   742   743   744   745