Page 796 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 796

Bab 10 Fluida





                       b) Dengan menggunakan persamaan kontinuitas, laju turunya permukaan air
                       di bak penampung adalah



                                    A         , 0  02
                               v     2  v        14 , 15 = 0,36 m/s
                                1
                                    A 1  2   , 0  785


                       c) Jauh turunnya permukaan air di bak penampung setelah 2 s adalah

                               h   v 1 t    , 0  36 2 = 0,72 m



                       Venturimeter

                               Venturimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur laju aliran
                       fluida dalam pipa tertutup. Contohnya mengukur laju aliran minyak pada pipa-
                       pipa penyalur minyak dari tempat pengilangan ke kapal tangker di pelabuhan.
                       Karena minyak yang mengalir dalam pipa tidak dapat dilihat, maka diperlukan
                       teknik khusus untuk mengukur laju alirannya tersebut. Teknik yang dilakukan
                       adalah memasang pipa yang penampangnya berbeda dengan penampang pipa
                       utama  kemudian  mengukur  tekanan  fluida  pada  pipa  utama  dan  pipa  yang
                       dipasang. Gambar 10.52 adalah contoh skema venturimeter.

                               Kita terapkah hukum Bernoulli pada dua lokasi di pipa utama dan pipa
                       yang dipasang.



                                    1                   1
                                             gh 
                               P      v   2      P    v   2    gh
                                1
                                    2   1      1    2   2   2      2


                       Karena pipa posisinya mendatar, maka kita dapat mengambil  h           h  sehingga
                                                                                           1
                                                                                                2


                                    1            1
                               P      v   2    P   v   2                                  (10.32)
                                1
                                    2   1    2   2   2








                                                             783
   791   792   793   794   795   796   797   798   799   800   801