Page 794 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 794

Bab 10 Fluida



                               v 2    2g (h 1   h 2 )   2 10 20  = 20 m/s



                       (b) Jari-jari lubang keran: r = 1/2 = 0,5 cm = 5 10  m.
                                                                              -3
                                                                            2
                                                       
                       Luas penampang keran:  A    2   r  2    , 3 14  5 (  10  3 )  = 7,85  10  m .
                                                                                          -5
                                                                                              2
                       Debit air yang keluar dari keran


                                                                    
                                                   
                               Q   A 2 v 2    , 7  85 10  20   , 1 57 10  m /s.
                                                                     3
                                                    5
                                                                        3

                       (c)  Setelah  t  =  1  menit  =  60  s,  volum  air  yang  mengalir  keluar  dari  keran
                       adalah

                                                     3
                                                    
                               V   Q t    , 1 57 10  60 = 0,942 m .
                                                                      3

                              Penampang  penampung  tidak  terlalu  besar.  Kita  telah  membahas
                       penampung  yang  penampangnya  sangat  bear  dibandingkan  dengan
                       penampang keran. Bagaimana jika penampang penampung tidak terlalu besar
                       dibandingkan  dengan  penampang  keran?  Mari  kita  kembali  ke  persamaan
                       Bernoulli dengan menggunakan P1 = P2 = P0 = 1 atm. Kita peroleh



                                    1                   1
                                             gh 
                               P      v   2      P    v   2    
                                                                 gh
                                 o
                                    2   1      1    o   2   2      2
                       atau
                                1 v   gh   1 v   gh                                         (10.29)
                                   2
                                               2
                                2  1    1   2  2     2


                       Selanjutnya kita gunakan persamaan kontinuitas  A       1 v   A 2 v , atau
                                                                                        2
                                                                                 1


                                    A
                               v     2  v                                                     (10.30)
                                1
                                    A 1  2





                                                             781
   789   790   791   792   793   794   795   796   797   798   799