Page 886 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 886
Bab 11 Kalor
Setrika
Setrika memanfaatkan sifat konduksi logam yang digunakan untuk
membuat dasar setrika. Pada setrika jaman dulu, yang dimasukkan ke dalam
setrika adalah arang (Gambar 11.32, kiri). Arang tersebut dibakar sehingga
mengalami peningkatan suhu. Sisi atas logam alas setrika menjadi panas.
Karena alas setrika dibuat dari bahan konduktor panas maka sisi bawah ikut
panas yang selanjutnya digunakan untuk menghaluskan pakaian.
Pegangan
Pengatursuhu
Pengunci
Tempatarang
Gambar 11.32 (kiri) Desain setrika arang dan (kanan) sertika listrik yang banyak digunakan saat ini
(kalinggasepeda.wordpress.com, depopelita.com)
Pada setrika listrik (Gambar 11.32, kanan), sebuah elemen pemanas
dipasang bersentuhan dengan sisi atas alas setrika. Ketika dialiri arus listrik,
filamen mengalami pemanasan sehingga memanaskan sisi atas alas setrika.
Karena alas setrika dibuat dari konduktor panas maka sisis bawah alas juga
akan panas dan siap untuk digunakan untuk melicinkan pakaian.
Setrika listrik yang ada sekarang telah dilengkapi dengan sensor suhu.
Kalau suhu terlalu tinggi maka arus listrik tiba-tiba putus sehingga elemen
pemanas berhenti dipanaskan. Suhu setrika tidak lagi bertambah panas.
Ketika suhu kembali turun maka arus listrik kembali tersambung dan filament
kembali mengalami pemanasan dan suhu setrika kembali naik. Dengan adanya
sensor ini maka kita dapat mengatur suhu setrika sesuai dengan jenis kain
yang akan dihaluskan.
Termos
Termos digunakan untuk menyimpan air panas sehingga panas dapat
bertahan cukup lama. Ini hanya mungkin terjadi kalau dinding termos terbuat
dari bahan isolator panas. Karena selalu dibawa-bawa maka termos harus
873

