Page 932 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 932

Bab 11 Kalor



                       dengan lingkungan, dan gradien suhu. Untuk menghasilkan luas permukaan
                       sentuh  yang  besar  yang  dapat  diwujudkan  dengan  disain  bersirip.  Laju
                       pembuangan  kalor  memenuhi  persamaan  pendinginan  Newton,  yaitu
                       persamaan  (11.45).  Namun  nilai  konstnta    sebenarnya  berbanding  lurus
                       dengan luas permukaan kontak sehingga secaralengkap dapat ditulis sebagai


                              J   KA (T  T 0 )                                               (11.62)




                       Tampak  bahwa  makin  besar  luas  permukaan  maka  makin  cepat  laju
                       pembuangan  kalor.  Itulah  sebabnya  pembuang  kalor  dibuang  bersirip  agar
                       luas pemukaan kon tak dengan udara menjadi besar.

























               Gambar 11.65 Pembuang kalor yang terbuat dari bahan aluminium bersirip (www.pcstats.com, ixbtlabs.com).
                              Aluminum  merupakan  logam  dengan  konduktivitas  panas  yang  tinggi.
                       Hanya kalah dari tembaga, perak, dan emas. Namun massa jenis aluminium
                       jauh  lebih  rendah  daripada  tembaga,  emas,  dan  perak.  Menggunakan
                       aluminium berarti mengurangi massa bahan pembuang panas tersebut.

                              Lebih  lanjut  harga  aluminium  lebih  murah.  Bayangkan  apabila
                       pembuang panas terbuat dari emas dan perak dengan ukuran panjang 10 cm,
                       lebar 10 cm, tinggi 5 cm. Berapa harganya ya?


                       Ballpoint Ngadat

                              Mungkin  hampir  semua  kita  pernah  mengalami  kesulitan  menulis
                       dengan  ballpoint  saat  tinta  tidak  keluar.  Agar  tinta  muncul  kita  perlu
                       menggesek  ballpoint  berkali-kali  ke  kertas,  dan  kadang  hingga  kertas  robek.
                       Mengapa demikian?



                                                             919
   927   928   929   930   931   932   933   934   935   936   937