Page 935 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 935
Bab 11 Kalor
menjadi kalor dalam otot dan seluruh bagian tubuh. Kalor yang diproduksi
dalam proses metabolisme mekain besar jika suhu tubuh making tinggi. Tiap
kenaikan suhu tubuh 1 C terjadi peningkatan produksi energi metabolisme
o
antara 4% - 13%. Dengan demikian, jika suhu tubuh naik menjadi 38 C maka
o
laju produksi energi metabolisme antara 77,8 W sampai 85 W.
Kerja (20%) Kerja (20%)
Energi kimia
dalam tubuh
Panas (80%)
Energi kimia
dalam tubuh
Panas (80%)
Kerja ringan Kerja berat
Gambar 11.67 Dari total energi kimia yang dihasilkan tubuh manusia, hanya sekitar 20% yang digunakan untuk
bekerja. Sejumlah 80% digunakan untuk menaikkan suhu tubu.
Peningkatan laju metabolisme menyebabkan peningkatan laju produksi
panas dalam tubuh. Akibatnya suhu tubuh makin naik dan laju metabolisme
pun makin naik lagi. Begitu seterusnya. Akibatnya, jika tidak ada udaha luar
untuk menurunkan panas maka suhu tubuh akan teru-menerus naik tanpa
terkontrol yang akan berakibat terganggunya fungsi regulasi termal tubuh.
Jika seseorangh melakukan kerja sangat keras dalam waktu lama maka
laju metabolisme dapat mencapai 600 W – 800 W. Ini berarti laju produksi
kalor dalam tubuh antara 480 W salpai 640 W. Jika seseorang bekerja di terik
matahari maka energi matahari menambah energi ke dalam tubuh dengan laju
sekitar 150 W.
Agar tubuh tetap berada pada suhu normal 37 C maka laju penerimaan
o
kalor oleh tubuh bagik yang bersumber dari internal (metabolisme) maupun
eksternal (lingkungan, radiasi matahari) harus sama denghan lajku
pembuangan kalor oleh tubuh ke lingkungan melalu mekanisme radisi,
kondusksi, konvensi, evaporasi, respirasi, eksskresi, dan sebagainya. Dalam
definsii medis kondisi ini disebut “formula pertukaran panas” atau
“persamaaan kesetimbangan panas”.
922

