Page 934 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 934

Bab 11 Kalor



                       yang  terlalu  panas  [A.A.  Barlett  and  T.J.  Braun,  American  Journal  of  Physics
                       51, 127 (1983)]. Kita coba bahas kembali.

                              Kematian  pasangan  di  California  tahun  1979  balam  bath  tube  yang
                       mengandung air terlalu panas menghasilkan berita besar (Time 18 Juni 1979),
                       halaman  62).  Pemeriksa  medis  munyimpulkan  bahwa  pasangan  tersebut
                       meninggal  karena  hipetermia  atau  stroke  panas  karen  air  dalam  bath  tube
                       terlalu panas.

                              Stroke  panas  berkontribusi  besar  pada  kematian  anggota  militer  dan
                       atlet  sepanjang  sejaran  Amerika  [S.  Shibolet,  M.C.  Lancaster,  and  Y.  Danon,
                       Aviat. Space Environ. Med. 280, march 1976]. Musim panas membunuh 4.000
                       orang  di  Amerika  tahun  1974.  Saat  musim  panas  yang  tinggi  tahun  1980
                       dilaporkan adanya peningkatan kematian 230 di St Louis dibandingkan dengan
                       pada  tahun  sebelumnya  hanya  dalam  periode  4  minggu.  Pada  6  Juli  1966
                       terjadi peningkatan jumlah kematian sebesar 1.300 di New York dibandingkan
                       dengan tahun sebelumnya akibat musim panas terpanas sepanjang 40 tahun.

                              Stroke  panas  adalah  penyebab  kematian  terbesar  kedua  yang  dialami
                       para  atlit  Amerika  [C.L.  Sprung,  Chest.  77,  461  (1980)]  dan  sangat  beresiko
                       bagi atlit lari jarak jauh.

                              Munculnya  stroke  panas  dapat  dijelaskan  dengan  prinsip  fisika
                       sederhana. Sistem regulasi panas tubuh manusia berusaha mempertahankan
                       suhu tubuh selalu berada pada suhu normal sekitar 37 oC. Suhu tubuh dapat
                       dipengaruhi  oleh  faktor  internal  maupun  eksternal.  Faktor  eksternal  dapat
                       berupa  suhu  lingkungan  di  luar  tubuh  maupun  kelembaban  udara  di  luar.
                       Suhu  lingkungan  yang  tinggi  menyebabkan  pelepasan  panas  dari  tubuh  ke
                       lingkunagan  menjadi  kecil.  Laju  pelepasan  panas  oleh  tubuh  ke  lingkunan
                       dapat melalui proses radiasi, konveksi, atau evaporasi.


                                                                                                4
                              Pelepasan  panas  secara  radiasi  sebanding  dengan T      T L   dengan  TB
                                                                                         B
                       adalah  suhu  tubuh  dan  TL  adalah  suhu  lingkungan  di  luar  tubuh.  Laju
                       pelepasan  panas  secara  konduksiatau  konveksi  sebanding  dengan  T          T L  .
                                                                                                     B
                       Laju  pelepasan  panas  secara  evaporasi  bergantung  pad  aselisih  suhu  tubuh
                       dan  lingkungan,  kelembaban  udara  di  luar  tubuh,  dan  lain-lain.  Namun,
                       secara  umum,  semua  jenis  pelepasan  panas  bergantung  pada  selisih  suhu
                       tubuh dan lingkungan.

                              Sebaliknya,  faktor  internal  ditentukan  oleh  laju  produksi energi  dalam
                       tubuh.  Ternyata  energi  kimia  yang  dihasilkan  oleh  tubuh  hanya  20%  yang
                       diubah  menjadi  kerja  sedangkan  80%  berubah  menjadi  panas.  Dengan
                       demikian makin  besar kerja yang dilakukan orang maka makin besar prosuksi
                       energi  dalam  tubuh.  Karena  hanya  20%  energi  yang  digunakan  untuk  kerja
                       sedangkan  80%  menjadi  panas,  maka  makin  panas  yang  diproduksi  juga
                       makin besar (Gambar 11.67).

                              Jika tubuh dalam keadaan diam dan suhu 37  C maka produksi energi
                                                                                  o
                       dal;am tubuh sekitar 75 W. Proses konversi makanan menjadi energi disebut
                       metabolisme. Dari energi yang dihasilkan ini, sebesar 80% atau 58 W diubah



                                                             921
   929   930   931   932   933   934   935   936   937   938   939