Page 287 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 287

Bab 3 Listrik Arus Searah



                                Anoda  tembaga  dimurnikan lebih  lanjut  menjadi  tembaga  dengan

                        kemurnian sekitar 99,99%. Pemrnian dilaklukan secara elektrolisis. Anoda
                        tembada ditempakan pada kutub positif dan pada kutub negated terbentuk
                        deposit tembaga yang santa murni. Deposit inilah yang dinamakan katoda

                        tembaga. Proses smelting untuk menghasilkan anoda tembaga dan proses
                        elektrolisis untuk menghasilkan katoda tembaga membutuhkan listrik yang
                        sangat  besar.  Tetapi  jumlah listrik yang  dihasilkan  masih jauh di  bawah
                        listrik untuk memproduksi aluminium dalam jumlah massa yang sama.
                                Satu-satunya  industri  pengolahan  dan  pemurnian  tembaga  yang

                        ada  di  Indonesia  saat  ini  adalah  PT  Smelting  Gresik  yang  sudah  mulai
                        beroperasi  sejak  tahun  1999  (Gambar  3.56).  PT  Smelting  mengolah
                        konsentrat yang sebagian besar dihasilkan oleh PT Freeport dan sisanya dari

                        PT NNT. Kapasitas produksi PT Smelting saat ini sudah mencapai 300.000
                        per tahun dengan rata-rata produksi per tahun sekitar 270.000 ton. Sekitar
                        60 persen produk tembaga katoda dari PT Smelting di jual di dalam negeri
                        dan sisanya dijual di pasar Asia Tenggara.
                                Satu-satunya  industri  pengolahan  dan  pemurnian  tembaga  yang

                        ada  di  Indonesia  saat  ini  adalah  PT  Smelting  Gresik  yang  sudah  mulai
                        beroperasi  sejak  tahun  1999.  PT  Smelting  mengolah  konsentrat  yang
                        sebagian  besar  dihasilkan  oleh  PT  Freeport  dan  sisanya  dari  PT  NNT.

                        Kapasitas produksi PT Smelting saat ini sudah mencapai 300.000 per tahun
                        dengan rata-rata produksi per tahun sekitar 270.000 ton. Sekitar 60 persen
                        produk tembaga katoda dari PT Smelting di jual di dalam negeri dan sisanya
                        dijual di pasar Asia Tenggara.
                                Tembaga katoda merupakan bahan baku untuk barang-barang dari

                        tembaga dan sebagian besar digunakan untuk pembuatan kawat dan kabel
                        listrik.  Di  dalam  negeri  sendiri,  telah  ada  setidaknya  7  perusahaan  yang
                        memproduksi kawat dan  kabel  listrik  dengan  total  produksi  keseluruhan

                        sekitar  168.000  ton  per  tahun.  Selain  tembaga  katoda  sebagai  produk
                        utama, juga terdapat produk sampingan yang juga memiliki nilai jual seperti
                        asam  sulfat,  terak  tembaga,  gypsum,  dan  lumpur  anoda.  Asam  sulfat
                        digunakan  pada  industri  petrokimia  seperti  pabrik  pupuk.  PT  Smelting
                        menjual  asam  sulfat  700.000  ton/tahun  ke  PT  Petrokimia  Gresik.  Terak

                        tembaga  dan  gypsum  yang  berguna  untuk  bahan  baku  semen  dijual
                        masing-masing  530.000  ton/tahun  dan  20.000  ton/tahun  ke  PT  Semen
                        Gresik. Lumpur anoda mengandung logam-logam mulia emas, perak, dan

                        logam-logam  yang  termasuk  ke  dalam  kelompok  logam  PGM  (Platinum
                                                           275
   282   283   284   285   286   287   288   289   290   291   292