Page 283 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 283
Bab 3 Listrik Arus Searah
3.21 Industri logam
Daya listrik yang besar sekarang banyak digunakan dalam idustri
pengolahan logam. Daya listrik yang besar juga berimplikasi arus listrik
yang besar. Arus listrik tersebut digunakan sebagai sumber panas untuk
mencairkan logam atau digunakan dalam proses elektrolisis untuk
mendapatkan logam murni dari campuran logam. Contoh proses elektrolisis
dalam industry logam adalah industry pengubahan bauksit menjadi
aluminium pada smelter aluminium dan produksi tembaga murni pada
smelter tembaga.
Smelter Aluminium
Alumunium adalah material yang dibutuhkan dalam industri
modern. Material ini ringan, berkekuatan tinggi, tahan terhadap korosi,
mempunyai kondusktivitas listrik tinggi, dan mudah diproses ulang (recycle).
Dengan menggunakan acuan mana pun, aluminium tetap menjadi material
yang paling banyak membutuhkan listrik untuk produksi. Untuk
memproduksi aluminium diperlukan daya listrik yang sangat besar. Untuk
menghasilkan satu ton aluminium dari alumina diperlukan listrik sampai
16 MWh. Untuk menghasilkan aluminium 250.000 ton/tahun, PT Inalum
memerlukan energi listrik sebesar 4 Juta MWh. Apabila diasumsikan
smelter bekerja selama 24 jam dan jumlah hari operasional setahun adalah
300 hari maka daya listrik yang dibutuhkan sekitar 560 MW. Itulah
sebabnya mengapa hampir semua listrik yang diproduksi PLTA Asahan II
sebesar 600 MW dipakai oleh smelter Inalum. Hampir semua smelter
aluminium di dunia menggunakan listrik dengan daya di atas 100 MW
sehingga pembangkit listrik yang dibangun hampir semuanya disuplai ke
smelter aluminium.
Di Mozambique, tidak sampai 10% penduduk memiliki akses listrik.
Namun pada saat bersamaan, smelter Mozal menggunakan listrik sebanyak
empat kali total listrik yang digunakan untuk semua kebutuhan lain di
negara tersebut. Smelter Aluminium Valco di Tema, Ghana, mengkonsumsi
45% listrik yang dihasilkan pembangkit listrik Akosombo Dam.
Alumunium adalah material yang dibutuhkan dalam industri
modern. Material ini ringan, berkekuatan tinggi, tahan terhadap korosi,
mempunyai kondusktivitas listrik tinggi, dan mudah diproses ulang (recycle).
Dengan menggunakan acuan mana pun, aluminium tetap menjadi material
yang paling banyak membutuhkan listrik untuk produksi. Sebagai contoh,
pada tahun 2001, sebanyak 45,7 10 kWh energi listrik telah digunakan
9
271

