Page 284 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 284
Bab 3 Listrik Arus Searah
untuk memproduksi aluminium di US. Listrik sebesar ini setara dengan
1,2% seluruh kebutuhan listrik di negara tersebut.
BHP Billiton membangun smelter aluminium dengan daya 2.000
MW di Congo Rio Tinto-Alcan (RTA) membangun smelter aluminium dengan
daya 1.000 MW di Song Mbengue, Kamerun. Smelter Alscon di Nigeria yang
rampung tahun 1997 telah menelah biaya US$ 2,5 miliar. Pembangunan
Smelter Alucam di Kamerun yang melibatkan pembangunan PLTA Lom
Pangar, jaringan transmisi, dan lain-lain menelan biaya US$ 1,6 miliar.
Membangun smelter sebenarnya bermakna membangun
pembangkit tenaga listrik dengan daya besar. Pembangkit listrik dengan
daya kurang dari 200 MW secara ekonomi kurang menguntungkan bagi
pemnagunan smelter karena menyebabkan harga jual aluminum yang tinggi.
Daya listrik 1000 MW dianggap sebagai daya minimum untuk membuat
smelter yang sangat modern.
Aluminium primer diproduksi dengan cara elektrolisis alumina
(Al2O3) yang dilarutkan dalam garam fluoride (AlF2). Proses ini ditemukan
pada tahun 1886 oleh Charles Martin Hall (Amerika Serikat) dan Paul Louis
Toussaint Heroult (Perancis). Dalam sel elektrolisis Hall-Heroult, alumina
dan aluminium fluorida digunakan sebagai bahan baku material. Karbon
pada anoda, bereaksi dengan oksigen dalam alumina membentuk karbon
dioksida. Reaksi elektrolisis yang terjadi adalah 2Al2O3 + 3C 4Al + 3CO2.
Gambar 3.54 adalah ilustrasi proses Hall-Heroult.
Anoda
grafit Katoda
Campuran cair Gelembung
alumina (Al 2 O 3 ) CO 2
dengan Na 3 AlF 6
Aluminium
cair
Gambar 3.54 Ilustrasi proses Hall-Heroult (wps.prenhall.com)
272

