Page 356 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 356
Bab 5 Medan Magnet Induksi
B B B
2
1
I b L b
o o
4 a a 2 b 2 a 2 (L ) 2
b
o
I b / L 1 (b / L )
o 0 0 (5.10)
4 a (a / L 0 ) 2 (b / L 0 ) 2 (a / L 0 ) 2 1 / L 0 ) 2
(
b
Gambar 5.10 adalah kuat medan magnet sebagai fungsi b/L0.
Dalam perhitungan kita mencoba berbagai a/L0, yaitu 0,05, 0,1 dan 0,2.
Tampak bahwa jika menggunakan a/L0 = 0,01 kuat medan magnet hamper
sama di semua posisi sepanjang kawat, kecuali pada posisis dekat sekali
dengan ujung. Ini disebabkan karena jarak titik pengamatan yang sangat
dekat dengan kawat sehingga ketika kita bergerak sepanjang kawat kita
merasakan medan magnet yang hamper sama. Ketika menggunakan a/L0
yang besar, atau jarak pengamatan cukup jauh dari kawat maka terjadi
variasi medan magnet yang cukup besar.
a/L = 0,1
0
a/L = 0,05
0
1,0
B/( 0 I/2a) 0,5 a/L = 0,2
0
0
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1
b/L 0
Gambar 5.10 Kuat medan magnet sebagai fungsi jarak dari salah satu ujung kawat. Kita melakukan perhitungan
untuk berbagai nilai jarak dari kawat yang dinyatakan oleh variable a/L0. Gambar dari atas ke bawah telah
dihitung menggunakan a/L0 = 0,05, 0,1, dan 0,2.
344

