Page 499 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 499

Bab 7 Arus Bolak-Balik



                                V rms    V  2                                                     (7.4)



                                 I  rms    I  2                                                   (7.5)



                        Tampak  dari  definisi  bahwa  untuk  mendapatkan  nilai  rms  maka  kita
                        melakukan tiga langkah, yaitu
                          i.   besaran tersebut dikuadratkan
                         ii.   menghitung nilai rata-rata besaran yang dikuadratkan tersebut
                         iii.   mengambil akar besaran yang telah dihitung nilai rata-ratanya.

                               Dengan  melakukan  kuadrat  sebelum  perhitungan  rata-rata  maka
                        nilai  yang  negatif  dipositifkan  dahlu.  Sehingga  semua  bagian  yang
                        dirata-ratakan  bernilai  positif  dan  tegangan  rms  yang  dihasilkan  selalu

                        positif, bagaimana pun bentuk arusnya. Tegangan rms nol hanya jika arus
                        nol.  Jika  arus  atau  tegangan  selalu  positif,  atau  selalu  negative,  atau
                        bergantian positif dan negative maka tegangan rms selalu positif.
                               Contoh  berikut  adalah  bagaimana  kita  menghitung  nilai  rms  dari
                        tegangan bolak-balik sinusoidal.


                                           2      
                               V   V cos    t   o  
                                     m
                                           T       

                                             2      
                                       2
                               V  2   V cos 2   t   o 
                                      m
                                             T       

                        Rata-rata kuadratik tegangan adalah


                                               2      
                                         2
                                V  2   V cos 2   t   o 
                                         m
                                               T       

                                          2      
                               V m 2  cos 2   t   o  
                                          T       



                                       1  T    2        
                               V m 2     cos 2   t   dt
                                                           
                                                       o
                                       T  0    T         


                                Mari  kita gunakan  kesamaan  berikut  ini  cos   2     2 / 1    ) 2 / 1 (  cos 2  .
                                                           487
   494   495   496   497   498   499   500   501   502   503   504