Page 802 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 802
Bab 10 Sifat Optik Gelombang Elektromagnetik
dipantulkan. Bagaimana agar dua berkas pantul tersebut memiliki
beda fase 180 ? Persamaan fisika mengajarkan hal itu. Beda
o
potensial 180 dapat dicapai dengan memilih indeks bias yang
o
sesuai untuk material lapisan tipis dan mengatur ketebalan lapisan
tipis.
Dari persamaan pemantulan oleh permukaan benda
diperoleh bahwa interferensi destruktif dapat dicapai jika ketebalan
lapisan tipis sama dengan seperempat panjang gelombang cahaya
dan indeks biasnya sama dengan akar perkalian indeks bias udara
dan indeks bias lensa. Jika panjang gelombang cahaya diambil
rata-rata 500 nm maka tebal lapisan tipis untuk menekan
pemantulan adalah 125 nm. Lapisan ini yang disebut lapisan
antirefleksi dan tampak berwarna kalau kita lihat dari depan lensa.
Satu lapisan hanya menghasilkan interferensi destruktif
untuk satu panjang gelombang. Karena cahaya tampak memiliki
sejumlah panjang gelombang maka tidak terjadi interferensi
destruktif untuk semua panjang gelombang. Untuk mendiadakan
pemantulan pada sebagian besar gelombang dalam spectrum
cahaya tampak maka coating berlapis-lapis (multilayer coating)
dilakukan. Masing-masing lapisan meniadakan pemantulan untuk
masing-masing panjang gelombang. Dengan demikian hampir
semua panjang gelombang pantul mengalami interferensi destruktif
atau hamper semua gelombang dalam spectrum cahay tampak
diloloskan oleh lensa. Lensa semacam inilah yang sangat mahal.
10.16 Polarisasi cahaya
Gelombang elektromagnetik merupakan gelombang transversal.
Arah osilasi medan magnet maupun medan listrik tegak lurus pada arah
perambatan gelombang. Jika arah osilasi medan selalu memepertahankan
arahnya selama gelombang merambat maka gelombang tersebut dikatakan
memiliki polarisasi bidang. Dikatakan polarisasi bidang karena arah osilasi
medan selama gelombang merambat selalu berada pada satu bidang.
Umumnya, gelombang yang dihasilkan suatu sumber memiliki arah
osilasi medan yang berubah-ubah secara acak. Gelombang dengan arah
osilasi demikian dikatakan gelombang yang tidak terpolarisasi. Gambar
10.72 adalah ilustrasi gelombang dengan arah polarisasi selalu
berubah-ubah. Selama gelombang merambat, orientasi medan listrik
790

