Page 806 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 806
Bab 10 Sifat Optik Gelombang Elektromagnetik
Artinya, cahaya yang dipantulkan terpolarisasi bidang.
Jika sudut datang dalam keadaan ini adalah B, maka terpenuhi
B r 90
o
dengan r adalah sudut bias. Kita dapat menulis
r = 90 - B
o
Dengan menggunakan hokum Snell n1 sin B = n2 sin r maka
n1 sin B = n2 sin (90 - B) = n2 cos B
o
atau
n
tan 2 (10.72)
B
n
1
Sudut B dikenal dengan sudut Brewster.
Gambar 10.74 mengilustrasikan pemabtulan dan pembiasan
cahaya ketika sudut datang sama dengan sudut Brewter. Jika cahaya
datang mengandung komponen osilasi sejajar dan tegak lurus bidang
normal maka cahaya bias mengandung osilasi yang sejajar dan tegak lurus
bidang normal. Namun cahaya yang dibiaskan hanya mengandung arah
osilasi tegak lurus bidang normal. Komponen osilasi yang tegak lurus bidang
normal pada cahaya bias menjadi lebih kecil karena sebagian sudah
dipantulkan. Sedangkan komponen osilasi yang sejajar bidang normal pada
cahaya bias hampir tidak berubah. Fenoena ini diilustrasikan pada Gambar
10.74(a).
Kondisi lainnya adalah jika cahaya datang hanya memiliki
komponen osilasi sejajar bidang normal. Karena yang dipantulkan saat
sudut datang sama dengan sudut Brwster hanya komponen yang tegak
lurus bidang normal, maka pada kasus ini tidak ada cahaya yang
dipantulkan. Hanya cahaya bias yang ada sepertti diilustrasikan pada
Gambar 10.74(b).
Fenomena pemantulan oleh permukaan dapat digunakan untuk
mendapatkan cahaya terpolarisasi. Dengan mengarahkan cahaya tidak
terpolarisasi pada bidang batas dan mengatur sudut datang sama dengan
sudut Brwester maka cahaya pantul menjadi cahaya yang terpolarisasi.
794

