Page 808 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 808

Bab 10 Sifat Optik Gelombang Elektromagnetik


                                r = 90  - B = 90  – 53  = 37
                                                 o
                                       o
                                                       o
                                                              o

                                         Kristal cair (liquid crystal, LC). LC adalah sejenis molekul
                                yang  dapat  memengaruhi  arah  polarisasi  cahaya.  Arah  polarisasi
                                cahaya yang dihasilkan bergantung pada orientasi molekul tersebut.

                                Dan  orientasi  molekul  dapat  diatur  dengan  memberikan  medan
                                listrik.
                                         Jika cahaya terpolarisasi melewati molekul LC yang berada
                                dalam  keadaan  acak  (tidak  diberikan  medan  listrik)  maka  arah
                                polarisasi  cahaya  memutar  (Gambar  10.75(kiri)).  Arah  polarisasi

                                cahaya  bisa  memutar  90   (menjadi  tegak  lurus  dengan  arah
                                                              o
                                polarisasi cahaya datang) dengan mengatur ketebalan lapisan LC.
                                Sebaliknya, jika pada LC diberikan medan listrik sehingga molekul

                                berorientasi  secara  sempurna  maka  arah  polarisasi  cahaya  tidak
                                terpengaruh (sama dengan arah polarisasi cahaya datang) (Gambar
                                10.75(kanan)).
                                         Yang  menarik  adalah,  jika  LC  ditempatkan  antara  dua
                                polarisator dengan arah orientasi tegak lurus. Cahaya yang masuk

                                LC memiliki polarisasi yang sama dengan arah sumbu polarisator
                                pertama. Jika LC tidak dikenai medan listrik maka arah oreintasi
                                cahaya  berputar  90   dan  ketika  keluar  dari  LC  dan  masuk  ke
                                                       o
                                polarisator kedua, maka arah polarisasi cahaya persis sama dengan
                                arah sumbu polarisator kedua. Akibatnya cahaya lolos di polarisator
                                kedua.
                                         Tetapi jika LCDdikenai medan listrik maka orientasi molekul
                                menjadi terarah sehingga arah polarisasi cahaya tidak terpengrauh.

                                Ketika cahaya masuk ke polarisator kedua, cahaya ditahan karena
                                arah  orientasinya  tegak  lurus  sumbu  polarisator  kedua.  Prinsip
                                inilah yang digunakan pada pembuatan monitor LCD atau TV LCD.

                                         Arah orientasi molekul LC dapat diatur dengan menerapkan
                                medan  listrik  yang  berbeda.  Dengan  demikian  arah  polarisasi
                                cahaya yang meninggalkan LC dan masuk ke polarisator kedua juga
                                dapat diatur. Intensitas cahaya yang dilewatkan polarisator kedua
                                bergantung  pada  sudut  antara  arah  polarisasi  cahaya  yang

                                meninggalkan  molekul  LC  dan  sumbu  polarisator  kedua.  Dengan
                                demikian, intensitas cahaya yang diloloskan polarisator kedua dapat
                                diatur dengan mengatur kuat medan listrik. Ini berakibat, intensitas

                                pixel di layar dapat diatur dengan menerapkan medan listrik yang
                                                           796
   803   804   805   806   807   808   809   810   811   812   813