Page 315 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 315
P • Interferensi minimum (terlihat gelap)
Saat terlihat pola gelap maka beda
S 1
lintasan DS dirumuskan dengan:
n 1
S 2
r selaput tipis
n 2
n 3 DS = 2 . n . d . cosr = m . l
2
1. Selaput tipis menutupi bidang tembus
cahaya (lensa) Keterangan:
n : indeks bias 1 (udara, n =1)
Apabila cahaya tipis digunakan untuk 1
menutupi lensa maka berlaku syarat: n : indeks bias 2 (selaput tipis)
2
n : indeks bias 3 (udara, n =1)
3
n < n < n
1 2 3
• Interferensi maksimum (pola terang) B. Difraksi
Saat terlihat pola terang maka beda
lintasan ΔS dirumuskan dengan: a. Difraksi Celah Tunggal
Difraksi adalah peristiwa pelenturan cahaya
DS = 2 . n . d . cosr = m . l akibat melewati suatu celah. Pada difraksi
2
celah tunggal maka yang melenturkan
• Interferensi minimum (pola gelap) cahaya adalah sebuah celah.
Saat terlihat pola gelap maka beda L
lintasan ΔS dirumuskan dengan:
d T P
1
DS = 2 . n . d . cosr = (2m 1)− ⋅λ
2 2 P
G 1
Keterangan:
n : indeks bias 1 (biasanya, indeks Rumus difraksi
1
0
bias udara, n =1) Jika sudut lenturan kurang dari 15 (q < 15 )
o
n : indeks bias 2 (selaput tipis) maka berlaku rumus:
2
n : indeks bias 3 (bidang tembus
3 d . sin q = d⋅ P
cahaya/lensa) L
d : tebal selaput tipis
r : sudut bias Keterangan:
m : orde, (1, 2, 3, 4,...) P : jarak terang atau gelap
l : panjang gelombang cahaya L : jarak celah ke layar (m)
d : lebar celah (m)
2. Selaput tipis berada di udara : sudut difraksi
q
Jika selaput tipis berada di udara maka
indeks bias n = n = 1. • Difraksi Celah Tunggal Pola Terang
1
3
• Interferensi maksimum (terlihat Pada difraksi celah tunggal yang
terang) menghasilkan pola terang maka berlaku
Saat terlihat pola terang maka beda rumus:
lintasan DS dirumuskan dengan:
⋅
d sinθ= (m + 1 )λ
2
1
DS = 2 . n . d . cosr = (2m 1)− ⋅λ
2 2
314

