Page 316 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 316
• Difraksi Celah Tunggal Pola Gelap Keterangan:
Pada difraksi celah tunggal yang meng- d : jarak antar-atom pada kristal padat
hasilkan pola gelap maka berlaku rumus:
C. Polarisasi
d . sin q = m . l
a. Polarisasi karena Pemantulan dan
b. Difraksi Kisi Pembiasan (Polarisasi Linear)
Difraksi kisi adalah pelenturan cahaya karena Polarisasi linear adalah peristiwa
ada nya penghalang berupa kisi. KISI adalah terserapnya arah getar cahaya menjadi satu
CELAH yang SANGAT BANYAK. arah akibat dari cahaya yang datang pada
bidang tembus cahaya meng hasilkan sudut
L
90 antara sudut bias dengan sudut pantul.
0
d T P 1
d =
P N sinar datang
T 1 i sinar pantul
n 1
n 2
r
sinar bias
• Difraksi Kisi Pola Terang
Pada difraksi celah kisi yang menghasilkan Hukum Snellius tentang pemantulan:
pola terang maka berlaku rumus:
n
Sin i n tg i = 2
d . sin q = m . l Sin r = n 2 1 n 1
i + r = 90◦
• Difraksi Kisi Pola Gelap
Pada difraksi celah kisi yang menghasilkan Keterangan:
pola gelap maka berlaku rumus: i : sudut datang
r : sudut bias
1
d.sinθ= (2m 1− ). λ n : indeks bias sinar datang (biasanya, indeks
1
2 bias udara, n = 1)
Keterangan: n : indeks bias sinar bias.
2
P : jarak terang atau gelap
L : jarak celah ke layar (m) b. Polarisasi karena Absorbsi Selektif
d : lebar celah (m) Polarisasi karena absorbsi selektif adalah
m : orde (1, 2, 3,...) peristiwa terserapnya sebagian arah getar
N : jumlah kisi per satuan panjang cahaya karena melewati beberapa celah.
q : sudut lenturan Perhatikan gambar di bawah ini:
c. Difraksi Bragg I 0
Difraksi Bragg adalah difraksi (pelenturan I 1 = l 0
1
2
cahaya) yang terjadi pada kristal padat yang
disinari cahaya. Pada Difraksi Bragg berlaku polarisator I 2
rumus: analisator
2 . d . sin q = m . l
315

