Page 121 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 121
Selama jantung mengalami diastol, darah dari vena pulmonalis masuk ke dalam
serambi kiri dan darah dari vena cava memasuki serambi kanan yang selanjutnya
otot-otot serambi akan berkontraksi lagi setelah memperoleh impuls dari nodus S-A.
Dari uraian di atas jelaslah bahwa selama satu denyut jantung terjadi perubahan
tekanan darah terhadap dinding aorta, pada orang dewasa dalam keadaan normal
tekanan yang tertinggi, yaitu tekanan sistol besarnya kurang lebih 120 mm Hg. Tekanan
darah ini dapat diukur dengan tensimeter atau sphygmomanometer dan hasilnya
biasa dituliskan sistol/diastol = 120/80 mm Hg.
Salingtemas
Bagaimana Tekanan Darah Diukur?
Naik turunnya tekanan darah seirama dengan pemompaan
jantung dalam mengalirkan darah ke seluruh tubuh melalui
pembuluh arteri. Saat jantung memompa, tekanan darah
memuncak, ini dinamakan sistol. Pada saat jantung tidak
memompa, tekanan darah turun (terendah), dinamakan diastol.
Untuk mengukur tekanan darah digunakan alat sphigmo-
manometer yang terdiri dari kantong udara yang dililitkan di
sekeliling bahu atas. Alat ini dihubungkan ke pemompa udara
dan alat ukur merkuri oleh selang karet. Sumber: Kompas, 2 Mei 2005
Tekanan darah umumnya cenderung meningkat dengan bertambahnya umur,
orang dewasa dikatakan bertekanan darah tinggi (hipertensi) apabila sistol/diastolnya
melebihi 160/100 mm Hg. Beberapa faktor yang memengaruhi besarnya tekanan
darah antara lain kekuatan kontraksi otot-otot bilik, volume darah keseluruhan, dan
kekenyalan dinding arteri.
Waktu yang dibutuhkan otot-otot jantung selama sistol dalam keadaan istirahat
kurang lebih 0,27 detik dan diastol 0,53 detik sehingga satu kali denyut jantung
membutuhkan kira-kira 0,80 detik. Artinya, frekuensi denyut jantung dalam keadaan
istirahat kurang lebih 70 sampai 75 kali per menit. Frekuensi denyut jantung ini
dikendalikan oleh saraf simpatik dan saraf parasimpatik.
2. Pembuluh Darah
Seluruh pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung disebut arteri
atau pembuluh nadi. Diameternya bervariasi mulai dari yang paling besar, yaitu aorta
± 20 mm sampai ke cabang-cabang yang paling kecil, yaitu arteriol ± 0,2 mm. Dinding
arteri yang bersifat elastik (kenyal) dan mampu berkontraksi ini, terdiri dari jaringan
endotel yang melapisi permukaan dalam arteri. Penimbunan senyawa-senyawa lemak
pada dinding arteri menyebabkan penyempitan pembuluh dan hilangnya kekenyalan
dinding arteri, keadaan ini disebut atherosklerosis.
114 Bab 5 Sistem Peredaran Darah

