Page 162 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 162

O  yang secara fisik larut dalam plasma darah jumlahnya sangat sedikit karena
                                2
                         O  kurang larut dalam cairan tubuh. Jumlah yang terlarut berbanding tekanan oksigen
                           2
                         darah, semakin tinggi tekanan oksigen semakin mudah larut O . Pada tekanan arteri
                                                                                 2
                         normal sebesar 100 mmHg, hanya 3 ml O  yang dapat larut dalam 1 liter darah.
                                                                 2
                         Dengan demikian, hanya 15 ml O /menit yang dapat dilarutkan dalam aliran darah
                                                        2
                         paru normal yang besarnya 5 ml/menit. Bahkan pada keadaan istirahat, sel
                         mengonsumsi sampai 250 ml O /menit, dan jumlah dapat meningkat sampai dua puluh
                                                     2
                         lima kali lipat selama olahraga berat. Untuk menyalurkan O  yang diperlukan oleh
                                                                                2
                         jaringan bahkan dalam keadaan istirahat, curah jantung harus mencapai 83,3 liter/
                         menit apabila O  hanya dapat diangkut dalam bentuk terlarut.
                                        2
                              Dengan hemoglobin, suatu molekul protein yang mengandung besi, memiliki
                         kemampuan untuk membentuk ikatan longgar-reversibel dengan O . Apabila tidak
                                                                                      2
                         berikatan dengan O , Hb disebut sebagai hemoglobin tereduksi, apabila berikatan
                                           2
                         dengan O , Hb disebut sebagai oksihemoglobin (HbO ).
                                  2                                       2
                                            Hb       +   O 2           HbO 2
                                       hemoglobin          oksigen     oksihemoglobin


                         b.   Transportasi Karbon Dioksida

                              Karbon monoksida (CO) dan O  bersaing untuk menempati tempat pengikatan
                                                          2
                         yang sama di Hb, tetapi afinitas Hb terhadap CO adalah 240 kali lebih kuat
                                                                         2
                         dibandingkan dengan kekuatan ikatan antara Hb dan O . Ikatan CO dan Hb dikenal
                                                                           2
                         sebagai karboksihemoglobin (HbCO). Karena Hb lebih cenderung berikatan dengan
                         CO, keberadaan CO walaupun sedikit dapat mengikat Hb dalam jumlah yang relatif
                         besar, sehingga tidak tersedia Hb untuk mengangkut O .
                                                                           2
                              CO merupakan gas beracun yang dihasilkan selama pembakaran tidak sempurna
                         produk-produk karbon, seperti bahan bakar, mobil, batubara, kayu, dan tembakau.
                         Karbon monoksida sangat berbahaya karena bekerja secara tersamar (tersembunyi).
                         Apabila dalam suatu lingkungan tertutup diproduksi CO, sehingga konsentrasinya
                         terus meningkat (sebagai contoh, di dalam mobil yang sedang diparkir dengan mesin
                         hidup dan jendela tertutup), CO tersebut dapat mencapai kadar mematikan tanpa
                         disadari oleh korbannya. Karbon monoksida tidak dapat dideteksi karena tidak berbau,
                         tidak berwarna dan tidak berasa.
                              Sewaktu darah arteri mengalir melalui kapiler jaringan, CO  berdifusi mengikuti
                                                                                  2
                         penurunan gradien tekanan parsialnya dari sel jaringan ke dalam darah. Karbon
                         dioksida diangkut dalam darah dengan tiga cara, yaitu terlarut secara fisik, terikat ke
                         Hb, dan sebagai bikarbonat.
                              Seperti O  yang larut, jumlah CO  yang secara fisik larut dalam darah
                                       2
                                                               2
                         bergantung pada tekanan darah. Karena dalam darah CO  lebih larut daripada O ,
                                                                                                   2
                                                                              2
                         proporsi CO  total dalam darah yang secara fisik larut lebih besar dibandingkan
                                     2
                     Biologi untuk SMA dan MA Kelas XI                                          155
   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167