Page 240 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 240
2. Kontrasepsi Nonpermanen
Tokoh
Metode kontrasepsi ini disebut non-
permanen karena pengguna kontrasepsi ini Regnier de Graaf
suatu saat masih mampu hamil atau Ahli anatomi Belanda,
kemampuan kehamilannya dapat di- Regnier de Graaf
kembalikan seperti semula sebelum (1641-1673)
melakukan banyak
dipasang alat kontrasepsi. Metode ini dapat penelitian-penelitian
dilakukan dengan berbagai cara dengan penting di kota Delft. Sesudah
menggunakan alat atau obat. melakukan analisis cairan pankreas,
Pengguna kontrasepsi nonpermanen ia menerbitkan hasil kerjanya yang
sangat rinci mengenai alat-alat
dengan obat, dengan menggunakan pil, reproduksi laki-laki dan perempuan
susuk, kondom, suntikan, diafragma, tablet pada tahun 1668 dan 1672. Ia
busa, IUD (Intra Uterine Device), atau mengidentifikasi ‘gelembung-
AKDR (Alat Kontra-sepsi Dalam Rahim). gelembung’ kecil pada permukaan
Pada penggunaan kontrasepsi non- indung telur sebagai ovum atau telur.
Di kemudian hari, ditemukan bahwa
permanen tanpa obat, biasanya dilakukan tiap ‘gelembung’ adalah folikel yang
dengan cara memperpanjang masa masak, atau kantong telur dengan
menyusui, sistem kalender, atau dengan telur yang lebih kecil di dalamnya.
senggama terputus (koitus interrupt). Lebih kurang 90 tahun kemudian, von
Haller, memberi nama folikel-folikel
tersebut folikel Graaf untuk
menghormati Regnier de Graaf.
Sumber: Encarta, 2004
(a) (b) (c)
(d) Sumber: Science Discovery 2, 2002
Gambar 10.11 Macam-macam alat kontrasepsi nonpermanen: (a) kondom; (b) pil ; (c)
diafragma; (d) IUD.
Biologi untuk SMA dan MA Kelas XI 233

