Page 239 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 239
G. Mengatur Kelahiran
Jika kita perhatikan, penduduk bumi ini semakin lama bukannya semakin
berkurang, melainkan semakin bertambah. Hal tersebut menyebabkan permasalahan
bagi kesejahteraan hidup manusia. Sementara, jumlah populasi manusia terus
bertambah, sedangkan faktor pendukung berupa sandang, pangan, dan papan masih
belum dapat diupayakan sesuai dengan jumlah penduduk yang ada.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diupayakan suatu cara untuk mengatur
kelahiran, agar jumlah penduduk dapat dikendalikan sehingga kesejahteraan manusia
dapat ditingkatkan. Upaya untuk mengatur kelahiran ini kita kenal dengan istilah
kontrasepsi. Kontrasepsi berasal dari kata kontra yang artinya mencegah atau
melawan dan konsepsi yang artinya pembuahan. Dengan demikian, kontrasepsi dapat
diartikan suatu cara untuk mencegah pertemuan antara sel telur (ovum) dan sel sperma
(mani) agar tidak terjadi kehamilan. Cara kontrasepsi ini dibedakan menjadi dua
cara, yaitu secara permanen dan nonpermanen.
1. Kontrasepsi Permanen
Kontrasepsi permanen yaitu cara mencegah kehamilan yang tidak dapat
dikembalikan lagi. Atau dengan kata lain, kehamilan sudah tidak mungkin lagi dialami
oleh pengguna cara kontrasepsi permanen ini. Kebanyakan cara kontrasepsi ini
dilakukan dengan cara operasi, baik yang dilakukan pada wanita maupun pria.
Contohnya, vasektomi dan tubektomi.
Vasektomi adalah cara kontrasepsi permanen yang dilakukan pada pria dengan
cara pemotongan vasa deferensianya, dan pada setiap ujung potongan tersebut
dilakukan pengikatan, sedangkan tubektomi, yaitu cara kontrasepsi permanen pada
wanita dengan cara melakukan pemotongan pada oviduk yang setiap ujung
potongannya juga diikat.
Oviduk
Vasdeferens
(a) (b)
Gambar 10.10 (a) vasektomi dan (b) tubektomi.
232 Bab 10 Sistem Reproduksi Organisme

