Page 97 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 97
yang menjadi penyusun suatu struktur otot yang disebut miofibril. Sekumpulan
miofibril ini akan membentuk serabut otot dan sekumpulan serabut otot akan
membentuk otot. Perhatikanlah gambar 4.18 yang memperlihatkan bagian-bagian
yang menyusun otot!
Sebelum kita lebih jauh membahas tentang otot, kita perlu mengetahui bagaimana
mekanisme pergerakan otot. Otot yang berfungsi sebagai alat gerak aktif, mempunyai
kemampuan berkontraksi dan berelaksasi. Otot disebut sedang berkontraksi, apabila
otot tersebut sedang memendek atau memanjang (otot sedang bekerja), sedangkan
otot dikatakan berelaksasi, apabila otot itu sedang beristirahat. Secara umum, otot
memiliki tiga sifat dalam melakukan gerakan, yaitu kontraktibilitas, ekstensibilitas,
dan elastisitas.
otot terbentuk dari
sekelompok serabut otot
miofibril terbentuk dari
filamen aktin dan
serabut otot terdiri dari ratusan miesin
lebih miofibril
filamen aktin
Sumber: The Big Book of Knowledge, 2002
Gambar 4.18 Bagian penyusun otot.
Sifat kontraktibilitas memungkinkan otot mampu memendek sehingga lebih
pendek dari ukuran normalnya. Sifat kontraktibilitas ini terjadi apabila otot sedang
melakukan kerja. Otot dikatakan memiliki sifat ekstensibilitas karena otot mampu
memanjang, sehingga ukurannya lebih panjang dari ukuran normalnya (ukurannya
semula), sedangkan karakter elastisitas, yaitu kemampuan otot untuk kembali ke
ukuran normalnya.
a. Otot Lurik/Otot Rangka
Nama lain untuk otot lurik adalah otot rangka, atau sering pula disebut otot serat
melintang. Disebut demikian karena keadaan fibril-fibril otot ini memiliki alur-alur
melintang yang gelap disebut anisotrop, dan terang yang disebut isotrop. Alur gelap
dan terang ini tersusun secara berselingan. Sel-sel otot lurik berbentuk silindris dan
mempunyai inti yang jumlahnya cukup banyak.
Periode istirahat pada otot lurik berlangsung berkali-kali dan dapat berkontraksi
secara cepat. Otot lurik tersusun oleh sekumpulan serabut yang dibalut oleh fasia
92 Bab 4 Sistem Gerak

