Page 100 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 100
disebut ekstensor (meluruskan) dan fleksor (gerak membengkokkan), otot trisep
dan otot bisep. Di samping itu, otot yang bekerja secara antagonis terjadi pada otot-
otot yang bekerja abduktor (menjauhi badan) dan adduktor (mendekati badan),
contohnya pada gerakan tangan sejajar bahu dan sikap gerak yang sempurna. Gerak
otot secara antagonis dapat anda lihat pada Gambar 4.23!
otot bisep terelaksasi
otot bisep serat lurik
terkontraksi
otot bisep
terkontraksi
siku terefleksi
(menekuk ke
dalam) siku lurus
Sumber: Jendela IPTEK, Tubuh Manusia, 2000
Gambar 4.23 Sifat gerak antagonis pada otot.
Di samping itu, otot juga memiliki sifat antagonis yang disebut depresor (ke
bawah) dan elevator (ke atas), contohnya pada gerakan merunduk dan
menengadahkan kepala. Gerak antagonis yang lain adalah supinator (membalik) dan
pronator (menelungkup), contohnya pada gerak membalik dan menelungkupkan
telapak tangan.
b. Sifat Sinergis Otot
Gerakan otot sifatnya sinergis, yaitu gerak otot yang apabila berkontraksi
menimbulkan gerak searah. Gerak sinergis didapati pada gerakan menengadahkan
telapak tangan atau menelungkupkan telapak tangan.
3. Mekanisme Sistem Gerak Otot
Untuk mengetahui mekanisme gerak otot, dua orang peneliti, yaitu Hansen dan
Huxly pada tahun 1955 melakukan penelitian dengan cara mengamati gerakan otot
menggunakan mikroskop elektron dan difraksi sinar X. Teori yang dikemukakan
mereka sekarang dikenal dengan sebutan teori model Sliding Filamen. Teori ini
menyatakan bahwa kontraksi otot terjadi sebagai akibat adanya dua set filamen di
dalam sel otot kontraktil. Kedua set filamen tersebut, yaitu filamen aktin dan filamen
miosin. Kedua bentuk filamen tersebut dapat anda perhatikan pada Gambar 4.24!
Biologi untuk SMA dan MA Kelas XI 95

