Page 167 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 167
Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam
bekerja sesuai kemampuan dan latar belakangnya. Ba-
nyak saat ini kita jumpai bagaimana seorang manajer
membagi kewenangan, pekerjaan, dan SDM hanya ber-
dasar pada kemauan dan keinginannya tanpa ada anali-
sis jabatan. Bahkan, hanya karena keluarga, tim sukses,
dan teman dekatnya. Dampaknya, banyak kita jumpai
dalam organisasi atau lembaga pendikan Islam yang sa-
ling berbenturan, bersaing tidak sehat, saling menjelek-
kan, dan menjurus konflik yang berkepanjangan yang
tidak berujung dan akhirnya merugikan organisasinya.
Di lembaga Pendidikan Islam, misalnya, masih ba nyak
kita jumpai Yayasan yang hampir rata mengangkat
pegawai dan jabatan berdasar atas keluarga dan perte-
manan. Meskipun hal ini dapat dimengerti karena
mencari orang yang dipercaya sangat sulit—terlebih
saat ini ketika diberikan kepercayaan justru membe-
rikan intrik-intrik baru yang berbahaya, bahkan men-
coba menguasai lembaga dan berebut. Oleh karenanya,
untuk mengatasi masalah demikian diperlukan manajer
yang mampu mengangkat dan menempatkan SDM-nya
yang sesuai, serta mencari orang terdekat yang mampu
dan dapat dipercaya.
Berikut beberapa aspek yang dapat dijadikan sandaran
untuk meningkatkan pengorganisasian:
a. Selalu berorientasi untuk kebaikan, menuju iman
dan taqwa kepada Allah Swt., dan mengorganisasi.
b. Mengedepankan persatuan dan kesatuan.
c. Membagi pekerjaan, kewenangan, dan tugas sesuai
kemampuan karyawan/guru. Apalagi terhadap guru,
seyogianya sesuai latar belakang pendidikannya, ka-
laupun kesulitan mencari guru yang sesuai, maka
165

